al-ahkam online
http://al-ahkam.net
ﺚﻳدﺎﺣﻷا ﻦﻣ ﺔﺌـﻣ
ﺔﻨﺴﻟﻷا ﻰﻠﻋ ةﺮﻬﺘﺸﻤﻟا
100 HADIS DHA'IF DAN PALSU YANG MASYHUR DALAM KALANGAN MASYARAKAT
داﺪﻋإ :
ﻲﺒﻴﺘﻌﻟا ﺶﻳﺎﻋ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﺑ نﺎﺴﺣإ ﺦﻴﺸﻟا
) ﻷا ﺦﻴﺸﻟا ﺬﻴﻣﻼﺕ ﻦﻣ ﷲا ﻪﻤﺣر ﻲﻧﺎﺒﻟ (
ﻢﻴﺣﺮﻟا ﻦﻤﺣﺮﻟا ﷲا ﻢﺴﺑ
ﷲا لﻮﺱر ﻰﻠﻋ مﻼﺴﻟاو ةﻼﺼﻟاو ﷲ ﺪﻤﺤﻟا , ﺪﻌﺑو :
Inilah koleksi 100 Hadis Dha'if dan Palsu yang telah dihimpunkan oleh Syeikh Ihsan
bin Muhamad bin 'Ayis al-Utaibi. Telah selesai usaha penterjemahan ke Bahasa
Melayu pada 9/3/2003.
Penterjemahan koleksi 100 hadis dha'if dan palsu ini telah dilaksanakan secara
bertahap-tahap di diskusi al-ahkam.net. Perbincangan mengenainya boleh dibaca di
sini:
Tujuan penterjemahan Koleksi 100 Hadis Dha'if dan Palsu ini adalah untuk mendidik
diri kita sendiri agar berhati-hati terhadap periwayatan Hadis Dha'if dan Palsu. Di
samping itu ia juga akan cuba disebarkan kepada orang ramai melalui media internet,
samada melalui web, forum, senarai mel atau sbgnya. Tujuannya adalah untuk
mendidik masyarakat serta memberi peringatan kepada mereka tentang mara bahaya
Hadis Dha'if dan Palsu. Agar mereka dapat menjauhkan diri dari meriwayatkannya
dan mengamalkannya.
Usaha penterjemahan ini juga adalah atas dorongan dan galakan dari semua ahli
diskusi al-ahkam.net.
Kredit kepada semua ahli diskusi dan para moderator al-ahkam online.
Terjemahan Hadis no 1 hingga 56 telah dilakukan oleh saya dengan segala
kekurangan dan kelemahan.
Manakala Hadis 57, 58, 59 dan 60 telah diterjemahkan oleh al-Ustaz Pendekar.
Dan, Hadis 61 hingga 100 telah diterjemah oleh saya dan juga ustaz Khairul Abrar.
Apa yang diharapkan ialah, para pembaca tidak lupa untuk mendoakan kesejahteraan
dunia dan akhirat ke atas para penterjemahnya, penyusun asalnya dan kepada semua
yang terbabit.
ﻦﻴﻌﻤﺟأ ﻪﺒﺤﺹو ﻪﻟﺁ ﻰﻠﻋو ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻥﺪﻴﺱ ﻰﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹو ﻦﻴﻤﻟﺎﻌﻟا بر ﷲ ﺪﻤﺤﻟاو ،
Penterjemah:
zain y.s
http://al-ahkam.com.my
ﺚﻳدﺎﺣﻷا ﻦﻣ ﺔﺌـﻣ ﺔﻨﺴﻟﻷا ﻰﻠﻋ ةﺮﻬﺘﺸﻤﻟا
داﺪﻋإ : ﻲﺒﻴﺘﻌﻟا ﺶﻳﺎﻋ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﺑ نﺎﺴﺣإ ﺦﻴﺸﻟا
) ﷲا ﻪﻤﺣر ﻲﻧﺎﺒﻟﻷا ﺦﻴﺸﻟا ﺬﻴﻣﻼﺕ ﻦﻣ (
ﷲ ﺪﻤﺤﻟا ﷲا لﻮﺱر ﻰﻠﻋ مﻼﺴﻟاو ةﻼﺼﻟاو , ﺪﻌﺑو :
ﻩﺬﻬﻓ ) 100 ( ءﺎﺒﻄﺨﻟا ﻦﻴﺑ ةﺮﺸﺘﻨﻣ ﻲهو ﺔﻋﻮﺿﻮﻤﻟاو ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا ﻦﻣ ﺚﻳﺪﺣ
ﻒﻴﻌﻀﻟﺎﺑ ﺬﺥﻷا ﻦﻋ ﻢﻠﺴﻤﻟا ﻲﻨﻐﻳ ﺎﻣ ﺢﻴﺤﺼﻟا ﻲﻓو ، ظﺎﻋﻮﻟاو .
Ini adalah 100 buah hadis Dha'if dan Maudhu' yg tersebar luas di kalangan
khatib/penceramah/pendakwah. Hadis Shahih sudah memadai tanpa perlu mengambil
hadis Dha'if.
1 - )) ًا ﺪ ﻌ ﺑ ﻻإ ﷲا ﻦﻣ ددﺰﻳ ﻢﻟ ،ﺮﻜﻨﻤﻟاو ءﺎﺸﺤﻔﻟا ﻦﻋ ﻪﺕﻼﺻ ﻪﻬﻨﺕ ﻢﻟ ﻦﻣ .(( ﻆﻔﻟ ﻲﻓو :
)) ﻪﻟ ةﻼﺻ ﻼﻓ ، ﺮﻜﻨﻤﻟاو ءﺎﺸﺤﻔﻟا ﻦﻋ ﻪﺕﻼﺻ ﻪﻬﻨﺕ ﻢﻟ ﻦﻣ .(( ﻲﺒهﺬﻟا لﺎﻗ : ﻦﺑا لﺎﻗ
ﺪﻴﻨﺠﻟا : روزو بﺬآ . ا لﺎﻗ ﻲﻗاﺮﻌﻟا ﻆﻓﺎﺤﻟ : ﻲﻧﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ ،ﻦﻴﻟ ﻩدﺎﻨﺱإ ﺚﻳﺪﺣ : ﻻ ﻞﻃﺎﺑ
ﻪﻨﺘﻣ ﺔﻬﺝ ﻦﻣ ﻻو ﻩدﺎﻨﺱإ ﻞﺒﻗ ﻦﻣ ﺢﺼﻳ " . لاﺪﺘﻋﻻا ناﺰﻴﻣ ) " 3 / 293 " . ( ﺞﻳﺮﺨﻧ
ءﺎﻴﺣﻹا ) " 1 / 143 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ﺔﻠﺴﻠﺴﻟا ) " 2 ، 985 .(
Barangsiapa yang dengan solatnya tidak dapat mencegah fahsya' dan munkar, tidak
akan bertambah daripada Allah melainkan semakin jauh dariNya. (Albani: Bathil &
tidak sah dari sudut sanad dan matan)
2 - )) ﺶﻴﺸﺤﻟا ﻢﺉﺎﻬﺒﻟا ﻞآﺄﺕ ﺎﻤآ تﺎﻨﺴﺤﻟا ﻞآﺄﻳ ﺪﺠﺴﻤﻟا ﻲﻓ ﺚﻳﺪﺤﻟا .(( ﻆﻔﻟ ﻲﻓو :
)) ﺐﻄﺤﻟا رﺎﻨﻟا ﻞآﺄﺕ ﺎﻤآ تﺎﻨﺴﺤﻟا ﻞآﺄﻳ ﺪﺠﺴﻤﻟا ﻲﻓ ﺚﻳﺪﺤﻟا .(( ﻆﻓﺎﺤﻟا لﺎﻗ ﻲﻗاﺮﻌﻟا :
ﻲﻜﺒﺴﻟا ﻦﻳﺪﻟا ﻲﻘﺕ ﻦﺑا بﺎهﻮﻟا ﺪﺒﻋ لﺎﻗ ،ﻞﺹأ ﻰﻠﻋ ﻪﻟ ﻒﻗأ ﻢﻟ : ، ًا د ﺎ ﻨ ﺱ إ ﻪﻟ ﺪﺟأ ﻢﻟ
ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ : ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ) " 1 / 136 " . ( ﺔﻴﻌﻓﺎﺸﻟا تﺎﻘﺒﻃ "
ﻲﻜﺒﺴﻠﻟ ) 4 / 145 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 4 . (
Bercakap di dalam masjid dapat menghapuskan kebaikan-kebaikan sebagaimana
binatang ternak memakan rumput. (Albani: Tidak ada asalnya)
3 - )) ًا ﺪ ﻏ تﻮﻤﺕ ﻚﻥﺄآ ﻚﺕﺮﺥﻵ ﻞﻤﻋاو ، ًا ﺪ ﺑ أ ﺶﻴﻌﺕ ﻚﻥﺄآ كﺎﻴﻥﺪﻟ ﻞﻤﻋا .(( لﺎﻗ
ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا : يأ ًﺎ ﻋ ﻮ ﻓ ﺮ ﻣ ﺢﺼﻳ ﻻ : ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﻲﺒﻨﻟا ﻦﻋ ﺢﻴﺤﺹ ﺲﻴﻟ .
" ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 8 . (
Berkerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya. Dan
beramallah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati keesokan harinya. (Albani:
Tidak sah dari Nabi s.a.w.)
4 - )) ﻲﻘﺕ ﻞآ ﱡﺪ ﺟ ﺎﻥأ (( ﻲﻃﻮﻴﺴﻟا لﺎﻗ : ﻪﻓﺮﻋأ ﻻ . ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ : ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ .
" يوﺎﺤﻟا " ﻲﻃﻮﻴﺴﻠﻟ ) 2 / 89 " . ( ﻔﻴﻌﻀﻟا ﺔ ) " 9 . (
Aku adalah datuk kepada setiap orang yang bertaqwa. (Albani: Tiada asalnya)
5 - )) ًﺎ ﻤ ﱢﻠ َﻌ ُﻣ ُﺖ ﺜ ﻌ ﺑ ﺎﻤﻥإ (( ﻲﻗاﺮﻌﻟا لﺎﻗ : ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ ،ﻒﻴﻌﺿ ﻩﺪﻨﺱ : ﻒﻴﻌﺿ " . ﺞﻳﺮﺨﺕ
ءﺎﻴﺣﻹا ) " 1 / 11 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 11 . (
Hanyasanya aku dibangkitkan sebagai guru. (Albani: Dha'if)
6 - )) ﻚﻣﺪﺥ ﻦﻣ ﻲﺒﻌﺕأو ﻲﻨﻣﺪﺥ ﻦﻣ ﻲﻣﺪﺥا نأ ﺎﻴﻥﺪﻟا ﻰﻟإ ﷲا ﻰﺣوأ (( ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ :
عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ " ﻲﻥﺎﻨﻜﻠﻟ ) 2 / 303 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا " ﻲﻥﺎآﻮﺸﻠﻟ
) 712 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 12 . (
Ertinya: Allah telah mewahyukan kepada dunia: Berkhidmatlah kepada sesiapa yang
berkhidmat kepadaKu dan sengsaralah kepada sesiapa yang berkhidmat kepadamu.
(Albani: Maudhu')
7 - )) ﻞﻴﻘﻓ ﻦﻣﱢﺪﻟا ُء ا ﺮ ﻀ ﺥ و ﻢآﺎﻳإ : ﺖﺒﻨﻤﻟا ﻲﻓ ءﺎﻨﺴﺤﻟا ُة أ ﺮ ﻤ ﻟ ا لﺎﻗ ؟ﻦﻣﱢﺪﻟا ءاﺮﻀﺥ ﺎﻣ
ءﻮﺴﻟا .(( ﻲﻗاﺮﻌﻟا لﺎﻗ : ﻦﻘﻠﻤﻟا ﻦﺑا ﻪﻔﻌﺿو ﻒﻴﻌﺿ . ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ : ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ .
" ﺨﺕ ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮ ) " 2 / 42 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 14 . (
Berhati2lah kamu terhadap Khadra' ad-Dimn/kehijauan kotoran binatang ternak.
Baginda ditanya, "apakah khadra' ad-dimn itu? Sabdanya: Perempuan cantik yang
tumbuh disuasana buruk (rupawan tetapi hatinya jahat). (Albani: Terlalu Dha'if)
8 - )) سﺎﻨﻟا ﺢﻠﺹ ،ﺎﺤﻠﺹ اذإ ﻲﺘﻣأ ﻦﻣ نﺎﻔﻨﺹ : ءﺎﻬﻘﻔﻟاو ءاﺮﻣﻷا .(( ﻆﻔﻟ ﻲﻓو
)) سﺎﻨﻟا ﺢﻠﺹ ،ﺎﺤﻠﺹ اذإ ﻲﺘﻣأ ﻦﻣ نﺎﻔﻨﺹ : ءﺎﻤﻠﻌﻟاو ءاﺮﻣﻷا .(( ﺪﻤﺣأ مﺎﻣﻹا لﺎﻗ :
ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ ،ﻪﻠﺜﻣ ﻲﻨﻄﻗراﺪﻟاو ﻦﻴﻌﻣ ﻦﺑا لﺎﻗ ، ﺚﻳﺪﺤﻟا ﻊﻀﻳ باﺬآ ﻪﺕاور ﺪﺣأ ﻲﻓ :
عﻮﺿﻮﻣ " . ﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ءﺎﻴ ) " 1 / 6 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 16 . (
Dua golongan dari kalangan umatku, apabila baik mereka maka baiklah manusia.
Iaitu umara' dan fuqaha'. Di dalam satu lafaz lain, umara' dan ulama'. (Albani:
Maudhu')
9 - )) ﻢﻴﻈﻋ ﷲا ﺪﻨﻋ ﻲهﺎﺟ نﺈﻓ ، ﻲهﺎﺠﺑ اﻮﻠﺱﻮﺕ .(( ﻴﻤﻴﺕ ﻦﺑا لﺎﻗ ﻲﻥﺎﺒﻟﻷاو ﺔ : ﻻ
ﻪﻟ ﻞﺹأ ". ﻢﻴﻘﺘﺴﻤﻟا طاﺮﺼﻟا ءﺎﻀﺘﻗا " ﺔﻴﻤﻴﺕ ﻦﺑﻻ ) 2 / 415 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 22 . (
Bertawassullah dengan kemegahan dan kemuliaanku kerana sesungguhnya jah-ku di
sisi Allah adalah agung. (Albani: Tiada asalnya)
10 - )) لﺎﻘﻓ ةﻼﺼﻟا ﻰﻟإ ﻪﺘﻴﺑ ﻦﻣ جﺮﺥ ﻦﻣ : ا ،ﻚﻴﻠﻋ ﻦﻴﻠﺉﺎﺴﻟا ﻖﺤﺑ ﻚﻟﺄﺱأ ﻲﻥإ ﻢﻬﻠﻟ
اﺬه يﺎﺸﻤﻣ ﻖﺤﺑ ﻚﻟﺄﺱأو ......... ٍﻚ ﻠ ﻣ ُﻒ ﻟ أ ﻪﻟ ﺮﻔﻐﺘﺱاو ﻪﻬﺟﻮﺑ ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻞﺒﻗأ .((
يﺮﻴﺹﻮﺒﻟا لﺎﻗ ،يرﺬﻨﻤﻟا ﻪﻔﻌﺿ : ءﺎﻔﻌﻀﻟﺎﺑ ﻞﺴﻠﺴﻣ ﻩﺪﻨﺱ . ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ : ﻒﻴﻌﺿ .
" ﺐﻴهﺮﺘﻟاو ﺐﻴﻏﺮﺘﻟا " يرﺬﻨﻤﻠﻟ ) 3 / 272 " . ( ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑا ﻦﻨﺱ ) " 1 / 256 . (
Barangsiapa yang keluar rumah pergi solat dan mengucapkan: Ya Allah,
sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan hak orang yang memohon kepadaMu
dan aku memohon dengan hak perjalanan ini………… Allah akan mengadap
wajahnya dan seribu malaikan akan memohon keampunan untuknya. (Albani: Dha'if)
******************************
11 - )) ﺔﻣﺎﻴﻘﻟا مﻮﻳ ﻰﻟإ ﻲﺘﻣأ ﻲﻓو ﱠﻲ ﻓ ﺮﻴﺨﻟا .(( ﺮﺠﺣ ﻦﺑا لﺎﻗ : ﻪﻓﺮﻋأ ﻻ " . ﺪﺹﺎﻘﻤﻟا
ﺔﻨﺴﺤﻟا " يوﺎﺨﺴﻠﻟ ) ص 208 .( ﻲﻓ ﻮهو " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ " ﻲﻨﺘﻔﻠﻟ ) 68 . (
ﻲﻓو " ﺔﻋﻮﺿﻮﻤﻟا رﺎﺒﺥﻷا ﻲﻓ ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا " يرﺎﻘﻠﻟ ) ص 195 .(
Kebaikan ada padaku dan pada umatku hingga hari kiamat. (Ibnu Hajar: Aku tidak
mengenalinya).
12 - )) ﻪﺴﻔﻥ ﻻإ ﱠﻦ ﻣ ﻮ ﻠ ﻳ ﻼﻓ ،ﻪﻠﻘﻋ ﺲﻠُﺘﺥﺎﻓ ، ﺮﺼﻌﻟا ﺪﻌﺑ مﺎﻥ ﻦﻣ .(( ﻦﺑا ﻩدروأ
ﻲﻓ يزﻮﺠﻟا " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 3 / 69 . ( ﻲﻓ ﻲﻃﻮﻴﺴﻟاو " ﺔﻋﻮﻨﺼﻤﻟا ﺊﻟﻶﻟا "
) 2 / 279 . ( ﻲﻓ ﻲﺒهﺬﻟاو " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ ) " 839 . (
Barangsiapa yang tidur selepas Asar maka akan terganggulah akalnya. Maka
janganlah dia mencela melainkan kepada dirinya sendiri. (Ibnu al-Jauzi di al-
Maudhu'aat, al-Sayuthi di al-la'ali al-Masnu'ah & al-Zahabi di Tartib al-Maudhu'aat)
13 - )) ﻲﻥﺎﻔﺟ ﺪﻘﻓ ﺄﺿﻮﺘﻳ ﻢﻟو ثﺪﺣأ ﻦﻣ .((...... ﻐﺼﻟا لﺎﻗ ﻲﻥﺎ : عﻮﺿﻮﻣ .
" تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 53 . ( ﻲﻥﺎﺒﻟﻷاو : عﻮﺿﻮﻣ ". ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 44 . (
Barangsiapa yang berhadas dan tidak berwudhu' maka sesungguhnya dia telah
memalingkan diri dariku. (Albani: Dha'if)
14 - )) ﻲﻥرﺰﻳ ﻢﻟو ﺖﻴﺒﻟا ﺞﺣ ﻦﻣ . ﻲﻥﺎﻔﺟ ﺪﻘﻓ .(( عﻮﺿﻮﻣ . ﻲﻓ ﻲﺒهﺬﻟا ﻪﻟﺎﻗ " ﻴﺕﺮﺕ ﺐ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 600 . ( ﻲﻓ ﻲﻥﺎﻐﺼﻟاو " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 52 . ( ﻲﻓ ﻲﻥﺎآﻮﺸﻟاو
" ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 326 . (
Barangsiapa yang berhaji ke Baitillah dan tidak menziarahiku, maka sesungguhnya
dia telah memalingkan diri dariku. (al-Zahabi, al-Shaghani & al-Syaukani: Maudhu')
15 - )) ﻲﺕﺎﻴﺣ ﻲﻓ ﻲﻥراز ﻦﻤآ نﺎآ ،ﻲﺕﻮﻣ ﺪﻌﺑ يﺮﺒﻗ راﺰﻓ ،ﺞﺣ ﻦﻣ .(( ﻦﺑا لﺎﻗ
ﺔﻴﻤﻴﺕ : ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻠﻴﻠﺟ ةﺪﻋﺎﻗ ) " 57 . ( ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗ : عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 47 (
. ﺮﻈﻥاو " ظﺎﻔﺤﻟا ةﺮﻴﺥذ " ﻲﻥاﺮﺴﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 4 / 5250 .(
Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahiku selepas kewafatanku, dia seolah2
menziarahiku semasa aku hidup. (Albani: Maudhu')
16 - )) ﺔﻤﺣر ﻲﺘﻣأ فﻼﺘﺥا .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 506 " . ( ﻪﻳﺰﻨﺕ
ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ) " 2 / 402 . ( ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗو : ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 11 . (
Ikhtilaf di kalangan umatku adalah rahmat. (Albani: Tiada asalnya)
17 - )) ﻢﺘﻳﺪﺘها ﻢﺘﻳﺪﺘﻗا ﻢﻬﻳﺄﺑ مﻮﺠﻨﻟﺎآ ﻲﺑﺎﺤﺹأ .(( ﻆﻔﻟ ﻲﻓو )) : ﻞﺜﻣ ﻲﺑﺎﺤﺹأ ﺎﻤﻥإ
ﻢﺘﻳﺪﺘها ﻪﻟﻮﻘﺑ ﻢﺕﺬﺥأ ﻢﻬﻳﺄﻓ مﻮﺠﻨﻟا .(( مﺰﺣ ﻦﺑا لﺎﻗ : ﻢﻟ ﻞﻃﺎﺑ عﻮﺿﻮﻣ بوﺬﻜﻣ ﺮﺒﺥ
ﻂﻗ ﺢﺼﻳ ". مﺎﻜﺣﻷا لﻮﺹأ ﻲﻓ مﺎﻜﺣﻹا )" 5 / 64 ( و ) 6 / 82 . ( ﻲﻥﺎﺒﻟﻷا لﺎﻗو :
عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 66 . ( ﺮﻈﻥاو " ﻠﻌﻟا نﺎﻴﺑ ﻊﻣﺎﺟ ﻪﻠﻀﻓو ﻢ " ﺮﺒﻟا ﺪﺒﻋ ﻦﺑﻻ
) 2 / 91 .(
Para sahabatku adalah seperti bintang-bintang di langit. Mana2 yang kamu ikuti pasti
akan mendapat petunjuk. (Albani: Maudhu')
18 - )) ﻪﱠﺑر فﺮﻋ ﺪﻘﻓ ُﻪ ﺴ ﻔ ﻥ َف َﺮ َﻋ ﻦﻣ .(( عﻮﺿﻮﻣ ". ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 506 . ( و
" ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ )" 2 / 402 ( " . تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 11 . (
Barangsiapa yang mengenali dirinya maka sesungguhnya dia telah mengenali
tuhannya. (al-Asrar al-Marfu'ah & tazkirah al-Maudhu'aat: Maudhu')
19 - )) ﻲﺑر ﻲﻨﺑﱠدأ . ﻲﺒﻳدﺄﺕ ﻦﺴﺣﺄﻓ .(( ﺔﻴﻤﻴﺕ ﻦﺑا لﺎﻗ : ﺖﺑﺎﺙ دﺎﻨﺱإ ﻪﻟ فﺮﻌﻳ ﻻ
". ﺎﺼﻘﻟا ﺚﻳدﺎﺣأ ص ) " 78 . ( ﻲﻓ ﻲﻥﺎآﻮﺸﻟا ﻩدروأو " ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 1020 (
. ﻲﻓ ﻲﻨﺘﻔﻟاو " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 87 . (
Tuhanku telah mendidikku dan membaikkan adabku. (Ibn Taimiyah: Tiada isnad yg
tsabit)
20 - )) نﻮﻠﻣﺎﻌﻟا ﻻإ ﻰﻜﻠه ﻢﻬﻠآ نﻮﻤﻟﺎﻌﻟاو ،نﻮﻤﻟﺎﻌﻟا ﻻإ ﻰﺕﻮﻣ ﻢﻬﻠآ سﺎﻨﻟا
ﻠﻣﺎﻌﻟاو ﻢﻴﻈﻋ ﺮﻄﺥ ﻰﻠﻋ نﻮﺼﻠﺨﻤﻟاو نﻮﺼﻠﺨﻤﻟا ﻻإ ﻰﻗﺮﻏ ﻢﻬﻠآ نﻮ . .(( لﺎﻗ
ﻲﻥﺎﻐﺼﻟا : باﺮﻋﻹا ﻲﻓ باﻮﺼﻟاو نﻮﺤﻠﻣ ىﺮﺘﻔﻣ ﺚﻳﺪﺤﻟا اﺬه : ﻦﻴﻤﻟﺎﻌﻟاو ﻦﻴﻤﻟﺎﻌﻟا
". تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 200 . ( ﻲﻓ ﻲﻥﺎآﻮﺸﻟا ﻩدروأو " ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 771 . (
ﻲﻓ ﻲﻨﺘﻔﻟاو " تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 200 . (
Semua manusia ibarat mayat kecuali orang-orang alim. Dan orang-orang alim
semuanya binasa kecuali orang-orang yang beramal. Dan orang-orang beramal
semuanya tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas
semuanya dalam bahaya yang besar. (Al-Saghani: Maudhu')
******************************
21 - )) ءﺎﻔﺵ ﻦﻣﺆﻤﻟا رﺆﺱ . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 217 " . ( ﻒﺸآ
ءﺎﻔﺨﻟا ) " 1 / 1500 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 78 . ( Bekas mulut orang beriman adalah ubat. (Tiada asalnya)
22 - )) ﺎﻬﻴﻓ نﺈﻓ ًا ﻮ ﺒ ﺣ ﻮﻟو ﺎهﻮﺕﺄﻓ ،نﺎﺱاﺮﺥ ﻞﺒﻗ ﻦﻣ ﺖﺟﺮﺥ دﻮﺴﻟا تﺎﻳاﺮﻟا ﻢﺘﻳأر اذإ
يﺪﻬﻤﻟا ﷲا ﺔﻔﻴﻠﺥ ( .( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا " ﻢﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 340 . (
" تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ ) 2 / 39 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 233 . (
Apabila kamu melihat bendera-bendera hitam yang keluar dari arah Khurasan, maka
kamu datangilah walaupun dalam keadaan merangkak. Kerana sesungguhnya di situ
ada khalifah Allah, al-Mahdi. (Dha'if)
23 - )) ﷲا ُﺐﻴﺒﺣ ﺐﺉﺎﺘﻟا .(( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﻲﻓ ﺎﻬﻟ ﻞﺹأ ﻻ ﻲﺘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا "
ﻲﻜﺒﺴﻠﻟ ) 356 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 95 . (
Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. (Tiada asalnya)
24 - )) ُﻷ ﱠﺲَﻥ ُأ ﻦﻜﻟو ، ﻰﺴﻥأ ﻻ ﻲﻥإ ﺎﻣأ عﱢﺮَﺵ . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﻞﺹأ ﻻ ﻲﺘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا
ءﺎﻴﺣﻹا ﻲﻓ ﺎﻬﻟ ) " 357 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 101 . (
Adapun aku tidak lalai, tetapi dilalaikan agar aku membimbing. (Tiada asalnya)
25 - )) اﻮﻬﺒﺘﻥا اﻮﺕﺎﻣ اذﺈﻓ مﺎﻴﻥ سﺎﻨﻟا .(( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 555 . (
" ﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ﺔﻋﻮﻤﺠﻤ ) " 766 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 200 .(
Manusia itu tidur, apabila mereka mati barulah mereka terjaga. (Tiada asalnya)
26 - )) ﻖﺣ ﻮﻬﻓ ، ﻩﺪﻨﻋ ﺲﻄﻌﻓ ،ًﺎﺜﻳﺪﺣ ثﺪﺣ ﻦﻣ .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ "
) 483 " . ( ﺔﻋﻮﻨﺼﻤﻟا ﺊﻟﻶﻟا ) " 2 / 286 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 669 . (
Barangsiapa yang berkata suatu perkataan, kemudian dia bersin, maka perkataannya
itu adalah benar. (Maudhu')
27 - )) شﺮﻌﻟا ﻪﻟ ﺰﺘﻬﻳ قﻼﻄﻟا نﺈﻓ ،اﻮﻘﻠﻄﺕ ﻻو اﻮﺟوﺰﺕ .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺐﻴﺕﺮﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 694 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " ﻲﻥﺎﻐﺼﻠﻟ ) 97 " . ( ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ "
) 2 / 202 . (
Berkahwinlah dan jangan bercerai, maka sesungguhnya talak itu menggoncangkan
Arasy. (Maudhu')
28 - )) مﺪﻟا ﻦﻣ ﻢهرﺪﻟا رﺪﻗ ﻦﻣ ةﻼﺼﻟا دﺎﻌﺕ .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﻲﻨﻄﻗ راﺪﻟا فﺎﻌﺿ "
ﻲﻥﺎﺴﻐﻠﻟ ) 353 " . ( ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 138 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ
) 2 / 76 (
Sembahyang perlu diulang apabila ada darah sekadar satu dirham. (Maudhu')
29 - )) ﺔﻨﺠﻟا ﻦﻣ ﺐﻳﺮﻗ ،ﷲا ﻦﻣ ﺐﻳﺮﻗ ﻲﺨﺴﻟا . ،رﺎﻨﻟا ﻦﻣ ﺪﻴﻌﺑ ،سﺎﻨﻟا ﻦﻣ ﺐﻳﺮﻗ
ﻞهﺎﺟو رﺎﻨﻟا ﻦﻣ ﺐﻳﺮﻗ ، سﺎﻨﻟا ﻦﻣ ﺪﻴﻌﺑ ،ﺔﻨﺠﻟا ﻦﻣ ﺪﻴﻌﺑ ،ﷲا ﻦﻣ ﺪﻴﻌﺑ ﻞﻴﺨﺒﻟاو
ﻞﻴﺨﺑ ﺪﺑﺎﻋ ﻦﻣ ﷲا ﻰﻟإ ﺐﺣأ ﻲﺨﺱ .(( ًا ّﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا )" 284 ( .
" تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ ) " 564 " . ( ﺔﻋﻮﻨﺼﻤﻟا ﺊﻟﻶﻟا ) " 2 / 91 . ( Orang yang pemurah itu hampir dengan Allah, hampir dengan syurga dan jauh dari
neraka. Orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari syurga, jauh dari manusia dan
hampir dengan neraka. Orang jahil yang pemurah itu lebih dicintai Allah daripada
seorang ahli ibadah yang bakhil. (Terlalu Dha'if)
30 - )) ﻲﺑﺮﻋ ﺔﻨﺠﻟا ﻞهأ نﺎﺴﻟو ﻲﺑﺮﻋ نﺁﺮﻘﻟاو ﻲﺑﺮﻋ ﺎﻥأ " . (( ةﺮآﺬﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 112 " . ( ﺔﻨﺴﺤﻟا ﺪﺹﺎﻘﻤﻟا ) " 31 " . ( ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ ) " 2 / 30 . (
Aku berbangsa Arab, al-Quran berbahasa Arab dan lisan para ahli syurga adalah
bahasa Arab.
******************************
31 - )) نﺁﺮﻘﻟا ﺐﻠﻗ نإو ،ًﺎﺒﻠﻗ ءﻲﺵ ﻞﻜﻟ نإ ) ﺲﻳ ( ﺮﺸﻋ نﺁﺮﻘﻟا أﺮﻗ ﺎﻤﻥﺄﻜﻓ ،ﺎهأﺮﻗ ﻦﻣ
تاﺮﻣ .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﻞﻠﻌﻟا " ﻢﺕﺎﺣ ﻲﺑأ ﻦﺑﻻ ) 2 / 55 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 169 . (
Setiap sesuatu itu ada hatinya. Sesungguhnya hati al-Quran adalah Yasiin.
Barangsiapa yang membacanya, maka seolah-olah dia membaca al-Quran sebanyak
10 kali. (Maudhu')
32 - )) ﺔﻨﺱ ﻦﻴﺘﺱ ةدﺎﺒﻋ ﻦﻣ ﺮﻴﺥ ﺔﻋﺎﺱ ةﺮﻜﻓ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ "
) 2 / 305 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 723 " . ( ﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ تﺎﻋﻮﺿ ) " 964 . (
Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama 60 tahun. (Maudhu')
33 - )) ﺪﺠﺴﻤﻟا ﻲﻓ ﻻإ ﺪﺠﺴﻤﻟا رﺎﺠﻟ ةﻼﺹ ﻻ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻲﻨﻄﻗراﺪﻟا فﺎﻌﺿ "
) 362 " . ( ﺔﻋﻮﻨﺼﻤﻟا ﺊﻟﻶﻟا ) " 2 / 16 " . ( ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ﻞﻠﻌﻟا ) " 1 / 693 .(
Tiada sembahyang (tidak sah) bagi orang yang berjiran dengan masjid melainkan di
masjid. (Dha'if)
34 - )) ﻩدﺎﺒﻋ ﺎﻬﺑ ﺢﻓﺎﺼﻳ ضرﻷا ﻲﻓ ﷲا ﻦﻴﻤﻳ دﻮﺱﻷا ﺮﺠﺤﻟا .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺦﻳرﺎﺕ
داﺪﻐﺑ " ﺐﻴﻄﺨﻠﻟ ) 6 / 328 " . ( ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ﻞﻠﻌﻟا ) " 2 / 944 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 223 . (
Hajar al-Aswad adalah tangan kanan Allah di mukabumi ini yang berjabat dengan
hamba-hambaNya. (Maudhu')
35 - )) اﻮﺤﺼﺕ اﻮﻣﻮﺹ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ) " 3 / 87 " . ( ةﺮآﺬﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 70 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " ﻲﻥﺎﻐﺼﻠﻟ ) 72 . (
Berpuasalah, nescaya kamu akan sihat. (Dha'if)
36 - )) ﻦﻴﻌﺑرأ ﻰﻟإ رﺎﺠﻟﺎﺑ مﻼﺴﻟا ﻪﻴﻠﻋ ﻞﻴﺉاﺮﺒﺟ ﻲﻥﺎﺹوأ ًا ر ا د . ،ﺎﻨه ﺎه ﻦﻣ ةﺮﺸﻋ
ﺎﻨه ﺎه ﻦﻣ ةﺮﺸﻋو ، ﺎﻨه ﺎه ﻦﻣ ةﺮﺸﻋو ، ﺎﻨه ﺎه ﻦﻣ ةﺮﺸﻋو . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻒﺸآ
ءﺎﻔﺨﻟا ) " 1 / 1054 " . ( ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ) " 2 / 232 " . ( ﺔﻨﺴﺤﻟا ﺪﺹﺎﻘﻤﻟا " يوﺎﺨﺴﻠﻟ
) 170 . (
Jibril a.s. telah berpesan agar aku berbaik dengan jiran hingga 40 buah rumah.
Sepuluh dari sini ke sana. Sepuluh dari sini ke sana. Sepuluh dari sini ke sana.
Sepuluh dari sini ke sana. (Dha'if)
37 - )) ﺎﻴﻥﺪﻟا ﺖﻘﻠﺥ ﺎﻣ كﻻﻮﻟ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . عﻮﺹﺮﻤﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا " ﻲﺸﻴﺸﻤﻠﻟ ) 454 . (
" تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ ) " 196 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 282 .(
Kalau tidak kerana engkau (Muhamad), nescaya tidak aku jadikan dunia. (Maudhu')
38 - )) ًا ﺪ ﺑ أ ﺔﻗﺎﻓ ﻪﺒﺼﺕ ﻢﻟ ﺔﻠﻴﻟ ﻞآ ﻲﻓ ﺔﻌﻗاﻮﻟا ةرﻮﺱ أﺮﻗ ﻦﻣ .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻞﻠﻌﻟا
ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ) " 1 / 151 " . ( ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ ) " 1 / 301 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 972 (
. Barangsiapa yang membaca surah al-Waqi'ah setiap malam, nescaya tidak akan
ditimpa kefakiran selama2nya. (Dha'if).
39 - )) ﻢﺘﻬﻳ ﻢﻟ ﻦﻣو ءﻲﺵ ﻲﻓ ﷲا ﻦﻣ ﺲﻴﻠﻓ ، ﻞﺟو ﺰﻋ ﷲا ﺮﻴﻏ ﻪﻤهو ﺢﺒﺹأ ﻦﻣ
ﻢﻬﻨﻣ ﺲﻴﻠﻓ ﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻠﻟ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 233 " . ( ةﺮآﺬﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 69 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 309 - 312 . (
Barangsiapa yang penumpuannya bukan kepada Allah, maka tiada lagi peliharaan dari
Allah. Dan barangsiapa yang tidak memerhatikan urusan umat Islam, maka dia bukan
dari kalangan mereka. (Dha'if)
40 - )) ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻲﻟﻮﻳ اﻮﻥﻮﻜﺕ ﺎﻤآ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ءﺎﻔﺨﻟا ﻒﺸآ ) " 2 / 1997 " . ( ﺪﺉاﻮﻔﻟا
ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ) " 624 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 182 .(
Sebagaimana keadaan kamu sekelian, maka seperti keadan itulah yang diberikan
kepada orang yang memimpian kalian. (Dha'if)
******************************
41 - )) ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻲﻟﻮﻳ اﻮﻥﻮﻜﺕ ﺎﻤآ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 624 " . ( ةﺮآﺬﺕ
ﻮﻤﻟا تﺎﻋﻮﺿ ) " 182 " . ( ءﺎﻔﺨﻟا ﻒﺸآ ) " 2 / 1997 .(
Sebagaimana keadaan kamu sekelian, maka seperti keadan itulah yang diberikan
kepada orang yang memimpian kalian. (Dha'if)
42 - )) دﻮﻟﻮﻣ ﻪﻟ ﺪﻟو ﻦﻣ . مأ ﻩﺮﻀﺕ ﻢﻟ ىﺮﺴﻴﻟا ﻪﻥذأ ﻲﻓ مﺎﻗأو ﻰﻨﻤﻴﻟا ﻪﻥذأ ﻲﻓ نذﺄﻓ
نﺎﻴﺒﺼﻟا . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ناﺰﻴﻤﻟا " ﻲﺒهﺬﻠﻟ ) 4 / 397 " . ( ﺪﺉاوﺰﻟا ﻊﻤﺠﻣ " ﻲﻤﺜﻴﻬﻠﻟ .
" ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ) " 2 / 61 . (
Barangsiapa yang dikurniakan anak, lalu diazankan ditelinga kanannya, dan di-
iqamah di telinga kirinya, maka anak ini tidak akan diganggu oleh syaitan/jin.
(Maudhu')
43 - )) ﻚﺴﻤﺕ ﻦﻣ ﺪﻴﻬﺵ ﺔﺌﻣ ﺮﺟأ ﻪﻠﻓ ، ﻲﺘﻣأ دﺎﺴﻓ ﺪﻨﻋ ﻲﺘﻨﺴﺑ . (( اﺪﺟ ﻒﻴﻌﺿ .
" ظﺎﻔﺤﻟا ةﺮﻴﺥذ ) " 4 / 5174 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 326 . (
Barangsiapa yang berpegang dengan sunnah-ku ketika umatku dalam kerosakan,
maka baginya seratus pahala mati syahid. (Terlalu Dha'if)
44 - )) ﻓ ﺪﻨﻋ ﻲﺘﻨﺴﺑ ﻚﺴﻤﺘﻤﻟا ﺪﻴﻬﺵ ﺮﺟأ ﻪﻟ ﻲﺘﻣأ دﺎﺴ (( . ﻒﻴﻌﺿ ". ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا "
) 327 (
Orang yang berpegang dengan sunnah-ku ketika umatku dalam kerosakan, maka dia
mendapat pahala mati syahid. (Dha'if)
45 - )) ﻦﻴﺤﻴﺑﺬﻟا ﻦﺑا ﺎﻥأ . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻔﻴﻄﻟ ﺔﻟﺎﺱر " ﺔﻣاﺪﻗ ﻦﺑﻻ ) 23 . (
" عﻮﺹﺮﻤﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا ) " 81 ( " . ﺔﻴﻬﺒﻟا ﺔﺒﺨﻨﻟا " يوﺎﺒﻨﺴﻠﻟ ) 43 . (
Aku adalah anak dua calun yang disembelih (Abdullah bin Abdul Muttalib dan Ismail
bin Ibrahim a.s.) – (Tiada asalnya)
46 - )) ﻲﻠﻋ ﻰﻟإ ﺮﻈﻨﻟاو ،ٌةدﺎﺒﻋ ﻦﻳﺪﻟاﻮﻟا ﻰﻟإ ﺪﻟﻮﻟا ﺮﻈﻥو ،ٌةدﺎﺒﻋ ﻒﺤﺼﻤﻟا ﻲﻓ ﺮﻈﻨﻟا
ٌةدﺎﺒﻋ ﺐﻟﺎﻃ ﻲﺑأ ﻦﺑ . (( ﻮﺿﻮﻣ ع "" . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 356 . (
Melihat al-Quran itu ibadah, anak melihat ibubapanya adalah ibadah dan melihat
kepada Ali bin Abi Thalib adalah ibadah. (Dha'if)
47 - )) رﺎﻨﻟا ﻦﻣ ةءاﺮﺑ ﻪﻟ ﺖﺒﺘآ ةﻼﺹ ﻪﺕﻮﻔﻳ ﻻ ةﻼﺹ ﻦﻴﻌﺑرأ يﺪﺠﺴﻣ ﻲﻓ ﻰﻠﺹ ﻦﻣ
قﺎﻔﻨﻟا ﻦﻣ ئﺮﺑو ،باﺬﻌﻟا ﻦﻣ ةﺎﺠﻥو ( . ( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 364 . ( Barangsiapa yang bersembahyang dimasjid-ku selama 40 fardu tanpa tertinggal satu
sembahyangpun, nescaya ditulis baginya kelepasan dari neraka dan azab serta bebas
dari sifat munafiq. (Dha'if)
48 - )) فوﺮﻌﻤﻟﺎﺑ ﻰﻟوأ نﻮﺑﺮﻗﻷا . (( ﻻ ﻪﻟ ﻞﺹأ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 51 . (
" عﻮﺹﺮﻤﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا ) " 55 " . ( ﺔﻨﺴﺤﻟا ﺪﺹﺎﻘﻤﻟا " يوﺎﺨﺴﻠﻟ ) 141 . (
Sanak saudara itu lebih utama dilayan dengan baik. (Tiada asalnya)
49 - )) ﻪﻟ لﺎﻘﻳ ، ﺔﻨﻴﻬﺟ ﻦﻣ ﻞﺟر ﺔﻨﺠﻟا ﻞﺥﺪﻳ ﻦﻣ ﺮﺥﺁ : ﺔﻨﺠﻟا ﻞهأ ﻪﻟﺄﺴﻴﻓ ، ﺔﻨﻴﻬﺟ :
لﻮﻘﻴﻓ ؟بﺬﻌﻳ ﺪﺣأ ﻲﻘﺑ ﻞه : نﻮﻟﻮﻘﻴﻓ ﻻ : ﻦﻴﻘﻴﻟا ﺮﺒﺨﻟا ﺔﻨﻴﻬﺟ ﺪﻨﻋ .(( عﻮﺿﻮﻣ .
" ﻲﻬﻟﻻا ﻒﺸﻜﻟا " ﻲﺴﻠﺑاﺮﻄﻠﻟ ) 1 / 161 " . ( ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ ) " 2 / 391 " . ( ﺪﺉاﻮﻔﻟا
ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ) " 1429 . (
Orang terakhir yang akan masuk syurga ialah seorang lelaki dari Juhainah. Dia
bernama Juhainah. Ahli syurga bertanya: Apakah masih ada orang yang sedang
diazab? Dia menjawab: Tiada. Ahli syurga berkata: Berita yang diyakini
kebenarannya ialah yang dibawa oleh Juhainah. (Maudhu')
50 - )) ﺪﱢﻤـﺣ ﺎﻣو ﺪﱢﺒﻋ ﺎﻣ ءﺎﻤﺱﻷا ﺮﻴﺥ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 192 (
" . ﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا عﻮﺹﺮﻤ ) " 189 " . ( ﺔﺒﺨﻨﻟا ) " 117 . (
Sebaik-baik nama ialah yang menghambakan diri dan memujiNya. (Maudhu')
******************************
51 - )) ﻦﻴﺼﻟﺎﺑ ﻮﻟو ﻢﻠﻌﻟا اﻮﺒﻠﻃا . (( عﻮﺿﻮﻣ " . تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ
) 1 / 215 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ " ﻲﺒهﺬﻠﻟ ) 111 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا " ) 852 (
.
Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri China. (Maudhu')
52 - )) ﻦهوروﺎﺵ - ﻲﻨﻌﻳ : ءﺎﺴﻨﻟا - ﻦهﻮﻔﻟﺎﺥو . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . عﻮﺹﺮﻤﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا "
) 264 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 128 " . ( ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 240 .(
Berbincanglah dengan mereka (perempuan), dan sanggahlah mereka. (Tiada asalnya)
53 - )) ﻢﻬﻴﻠﻋ ﻞﺟو ﺰﻋ ﷲا ﻦﻣ ًا ﺮ ﺘ ﺱ ﻢﻬﺕﺎﻬﻣﺄﺑ ﺔﻣﺎﻴﻘﻟا مﻮﻳ سﺎﻨﻟا ﻰﻋﺪﻳ . (( عﻮﺿﻮﻣ
" . ﺔﻋﻮﻨﺼﻤﻟا ﺊﻟﻶﻟا " ﻲﻃﻮﻴﺴﻠﻟ ) 2 / 449 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ
) 3 / 248 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ﺐﻴﺕﺮﺕ ) " 1123 . (
Pada hari kiamat, manusia akan dipanggil dengan nama ibu mereka sebagai tabir dari
Allah ke atas mereka (menutup rahsia anak zina). (Maudhu')
54 - )) ﻞﺿ ﻪﺸﻏ ﻦﻣو ، يﺪه ﻪﺤﺼﻥ ﻦﻣ ،ﻪﺿرأ ﻲﻓ ﷲا ﻞﻇ نﺎﻄﻠﺴﻟا .(( عﻮﺿﻮﻣ .
" تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ " ﻲﻨﺘﻔﻠﻟ ) 182 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا " ﻲﻥﺎآﻮﺸﻠﻟ ) 623 . (
" ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 475 . (
Sultan adalah bayangan Allah di mukabumiNya. Barangsiapa yang setia kepadanya
akan diberi petunjuk. Dan, barangsiapa yang mengkhianatinya nescaya akan sesat.
(Maudhu')
55 - )) ﻞآ ﻦﻣ ﷲا ﻪﻓﻮﺥ ﷲا ﻒﺨﻳ ﻢﻟ ﻦﻣو ، ءﻲﺵ ﻞآ ﻪﻨﻣ ﷲا فﻮﺥ ﷲا فﺎﺥ ﻦﻣ
ءﻲﺵ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ " اﺮﻌﻠﻟ ﻲﻗ ) 2 / 145 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ "
) 20 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 485 . (
Barangsiapa yang takut azab Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut
kepadanya. Dan, barangsiapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah akan
menjadikan takut terhadap segala sesuatu. (Dha'if)
56 - )) ﻰﻟﺎﻌﺕو كرﺎﺒﺕ ﷲا لﺎﻗ : ﺲﻤﺘﻴﻠﻓ ،ﻲﺉﻼﺑ ﻰﻠﻋ ﺮﺒﺼﻳو ﻲﺉﺎﻀﻘﺑ ضﺮﻳ ﻢﻟ ﻦﻣ
ﻲﺉاﻮﺱ ًﺎ ﺑ ر . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا " ﻲﺴﻠﺑاﺮﻄﻠﻟ ) 1 / 625 " . ( ةﺮآﺬﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ) " 189 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا ) " 746 . (
Allah Taala berfirman: Barangsiapa yang tidak redha dengan qadha'-Ku dan tidak
bersabar atas bala'-Ku, maka hendaklah dia mencari Tuhan selainKu. (Dha'if)
57 - )) ﺔﺒﻴﻏ ﻖﺱﺎﻔﻟ ﺲﻴﻟ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا " يوﺮﻬﻠﻟ ) 390 . (
" ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا " ﻢﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 301 " . ( ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا ) " 1 / 764 . (
Tidak dinamakan mengumpat apabila membicarakan perihal orang yg fasiq. (Hadist
Maudhu’)
58 - )) ﻪﺱأر ﺪﻨﻋ ﻢآﺪﺣأ ﻢﻘﻴﻠﻓ ﻩﻮﻤﺘﻨﻓﺪﻓ ﻢﻜﻨﻣ ﻞﺟﺮﻟا تﺎﻣ اذإ . ﻞﻘﻴﻠﻓ : ﻦﺑ نﻼﻓ ﺎﻳ
ﺔﻥﻼﻓ ! ﻞﻘﻴﻠﻓ ، ﻊﻤﺴﻴﺱ ﻪﻥﺈﻓ : ﺔﻥﻼﻓ ﻦﺑ نﻼﻓ ﺎﻳ ! ًا ﺪ ﻋ ﺎ ﻗ يﻮﺘﺴﻴﺱ ﻪﻥﺈﻓ .... ﺎﻣ ﺮآذا
ﺎﻴﻥﺪﻟا راد ﻦﻣ ﻪﻴﻠﻋ ﺖﺟﺮﺥ : ﺣو ﷲا ﻻإ ﻪﻟإ ﻻ نأ ةدﺎﻬﺵ ﻪﻟ ﻚﻳﺮﺵ ﻻ ﻩﺪ ... ﺦﻟا . ((
ﻒﻴﻌﺿ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﺞﻳﺮﺨﺕ ) " 4 / 420 " . ( دﺎﻌﻤﻟا داز " ﻢﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 1 / 206 . (
" ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 599 . (
Apabila mati salah seorang drp kamu dan setelah selesai kamu mengebumikannya,
maka hendaklah salah-seorang yang hadir itu berdiri di sisi kepalanya seraya berkata:
Wahai Si Fulan ! Wahai Si Fulanah. Kerana dia (si mati) itu akan mendengarnya.
Hendaklah yang bangun itu berkata lagi: Wahai Si Fulan Anak kepada Si Fulanah.
Maka si mati itu akan bangun di dalam keadaan duduk. Sebutkanlah apa yang telah
menyebabkan dia keluar daripada dunia iaitu syahadah LA ILAHA ILLAH
WAHDAHU LA SYARIKALAH …sehingga akhir. (Hadis ini Dho’ief)
59 - )) ﺪﺼﺘﻗا ﻦﻣ لﺎﻋ ﻻو رﺎﺸﺘﺱا ﻦﻣ مﺪﻥ ﻻو ، رﺎﺨﺘﺱا ﻦﻣ بﺎﺥ ﺎﻣ .(( عﻮﺿﻮﻣ .
" ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا ) " 1 / 775 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 611 . (
Tidaklah sia-sia orang yang melakukan solat istikharah , tidaklah menyesal bagi orang
yang meminta pandangan orang lain dan tidaklah berlaku aniaya orang yang
bersederhana. (Hadist Maudhu’)
60 - )) ﻦﻓﺪﻓ ﻊﻴﻘﺒﻟا ﻰﻟإ ﻪﺑ ﺚﻌﺑ ﻢﺠﺘﺣا وأ ، ﻩرﺎﻔﻇأ ﻢﻠﻗ وأ ﻩﺮﻌﺵ ﻦﻣ ﺬﺥأ اذإ نﺎآ . ((
عﻮﺿﻮﻣ " . ﻞﻠﻌﻟا " ﻢﺕﺎﺣ ﻲﺑأ ﻦﺑﻻ ) 2 / 337 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 713 . (
Baginda Rasulullah s.a.w apabila digunting rambutnya, ataupun mengerat kukunya
ataupun jika Baginda s.a.w dibekam, maka Baginda s.a.w akan membawa lebihan
tersebut – dari rambut, kuku dan darah yang dibekam – ke tanah perkuburan Baqie’
untuk ditanam. (Hadist Maudhu’)
******************************
61 - )) رﺬﺣ ﻦِﻄﻓ ﺲﱢﻴآ ﻦﻣﺆﻤﻟا . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ءﺎﻔﺨﻟا ﻒﺸآ " ﻲﻥﻮﻠﺠﻌﻠﻟ
) 2 / 2684 " . ( ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا " ﻲﺴﻠﺑاﺮﻄﻠﻟ ) 1 / 859 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 760 . (
Seorang mukmin yang cerdik itu sentiasa berhati-hati. (Maudhuk: Kasyful Khafa')
62 - )) ﻞﻌﺟ ﺮﻬﺵ ﻒﻟأ ﻦﻣ ﺮﻴﺥ ﺔﻠﻴﻟ ﻪﻴﻓ ﺮﻬﺵ ، ﻢﻴﻈﻋ ﺮﻬﺵ ﻢﻜﻠﻇأ ﺪﻗ سﺎﻨﻟا ﺎﻬﻳأ ﺎﻳ
ًﺎﻋﻮﻄﺕ ﺔﻠﻴﻟ مﺎﻴﻗو ﺔﻀﻳﺮﻓ ﻪﻣﺎﻴﺹ ﷲا .. ﺦﻟا .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻞﻠﻌﻟا " ﻢﺕﺎﺣ ﻲﺑأ ﻦﺑﻻ
) 1 / 249 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 871 . (
Wahai manusia sesungguhnya kamu berada di dalam bulan yang agung, bulan di
mana di dalamnya lebih baik dari seribu bulan, menjadikan puasa di dalamnya
sebagai fardu dan qiyamul lail sebagai ibadah.. (Dha'if, al-Ilal Ibnu Abi Hatim)
63 - )) ﻢﻨﻬﺟ ﻲﻟ ﺖﻌﻥاو ،رﺎﻨﻟا ﻲﻟ ﻒﺹ ﻞﻳﺮﺒﺟ ﺎﻳ : ﻓ ﻞﻳﺮﺒﺟ لﺎﻘ : ﻰﻟﺎﻌﺕو كرﺎﺒﺕ ﷲا نإ
مﺎﻋ ﻒﻟأ ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺪﻗوﺄﻓ ﺎﻬﺑ ﺮﻣأ ﻢﺙ ،ﺖﻀﻴﺑا ﻰﺘﺣ مﺎﻋ ﻒﻟأ ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺪﻗوﺄﻓ ﻢﻨﻬﺠﺑ ﺮﻣأ
ﺔﻤﻠﻈﻣ ءادﻮﺱ ﻲﻬﻓ تدﻮﺱا ﻰﺘﺣ مﺎﻋ ﻒﻟأ ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺪﻗوﺄﻓ ﺮﻣأ ﻢﺙ ،تﺮﻤﺣا ﻰﺘﺣ .. ﺦﻟا ((
. عﻮﺿﻮﻣ " . ﻲﻤﺜﻴﻬﻟا ) " 10 / 387 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 910 . (
"Wahai Jibril, ceritakan kepadaku tentang sifat neraka dan sifat jahannam?" Maka
Jibril menjawab: "Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Taala telah memerintahkan
jahannam supaya menyalakan apinya selama seribu tahun sehingga menjadi putih.
Kemudian memerintahkannya lagi supaya menyalakan apinya selama seribu tahun
sehingga menjadi merah. Kemudian diperintahkannya lagi supaya menyalakannya
selama seribu tahun sehingga menjadi hitam yang gelap.." (Maudhu', al-Haitsami)
64 - )) ﻠﻟ ةﻮﺴﻗ ﷲا ﺮآذ ﺮﻴﻐﺑ مﻼﻜﻟا ةﺮﺜآ نﺈﻓ ،ﷲا ﺮآذ ﺮﻴﻐﺑ مﻼﻜﻟا اوﺮﺜﻜﺕ ﻻ ،ﺐﻠﻘ
ﻲﺱﺎﻘﻟا ﺐﻠﻘﻟا ﷲا ﻦﻣ سﺎﻨﻟا ﺪﻌﺑأ نإو .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 920 . (
Janganlah kamu banyak bercakap selain dari zikir kepada Allah. Maka sesungguhnya
banyak bercakap selain dari zikir kepada Allah itu mengeraskan hati dan
sesungguhnya sejauh-jauh manusia kepada Allah ialah yang keras hatinya (Dha'if)
65 - )) ﻪﺒﻨﺟ ﻰﻟإ ﻪﻤﻴﻘﻳ ًﻼ ﺟ ر ﻪﻴﻟإ ﺬﺒﺠﻴﻠﻓ ﻢﺕ ﺪﻗو ﻒﺼﻟا ﻰﻟإ ﻢآﺪﺣأ ﻰﻬﺘﻥا اذإ ((
ﻒﻴﻌﺿ " . ﺮﻴﺒﺤﻟا ﺺﻴﺨﻠﺘﻟا " ﺮﺠﺣ ﻦﺑﻻ ) 2 / 37 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 921 . (
Apabila sampai salah seorang dari kamu ingin masuk ke saf dan saf itu telah penuh,
maka hendaklah ia menarik seorang untuk bersama dengannya di tepinya. (Dha'if)
66 - )) نﻮﺙﻼﺙ ﺔﻣﻷا ﻩﺬه ﻲﻓ لاﺪﺑﻷا . تﺎﻣ ﺎﻤﻠآ ﻞﺟو ﺰﻋ ﻦﻤﺣﺮﻟا ﻞﻴﻠﺥ ﻢﻴهاﺮﺑإ ﻞﺜﻣ
ًﻼ ﺟ ر ﻪﻥﺎﻜﻣ ﻰﻟﺎﻌﺕو كرﺎﺒﺕ ﷲا لﺪﺑأ ﻞﺟر . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا " ﻲﻠﻌﻟ
يرﺎﻘﻟا ) 470 . ( " ﺚﻴﺒﺨﻟا ﻦﻣ ﺐﻴﻄﻟا ﺰﻴﻴﻤﺕ " ﻊﺒﻳﺪﻟا ﻦﺑﻻ ) 7 " . ( ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا "
ﻢﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 308 . (
Wali abdal untuk umat ini ada 30 orang seperti Ibrahim Khalilur Rahman. Ketika
seorang mati, maka Allah akan menggantikan tempatnya dengan seorang lelaki lain.
(Maudhu')
67 - )) ﻩرﺪﺹ ﻲﻓ ﺮﻗو ءﻲﺸﺑ ﻦﻜﻟو ، ةﻼﺹ ﻻو مﺎﻴﺹ ةﺮﺜﻜﺑ ﺮﻜﺑ ﻮﺑأ ﻢﻜﻠﻀﻓ ﺎﻣ .(( ﻻ
ﻪﻟ ﻞﺹأ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا " يرﺎﻘﻟا ﻲﻠﻌﻟ ) 452 " . ( ﺎﻬﻟ ﻞﺹأ ﻻ ﻲﺘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا
ءﺎﻴﺣﻹا ﻲﻓ " ﻲﻜﺒﺴﻠﻟ ) 288 " . ( ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا ) " 246 .(
Tidak lebih Abu Bakar dari kamu dengan banyaknya berpuasa dan solat. Tetapi
dengan sesuatu yang hebat di dalam hatinya. (Tiada sumbernya)
68 - )) فاﻮﻄﻟا ﺖﻴﺒﻟا ﺔﻴﺤﺕ . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 130 " . ( ﺆﻟﺆﻠﻟا
عﻮﺹﺮﻤﻟا ) " 143 " . ( ىﺮﻐﺼﻟا تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يرﺎﻘﻠﻟ ) 88 . (
Tahiyat Ka'bah adalah tawaf. (Tiada sumbernya)
69 - ) ) بﺮﻟا ﻪﻟ لﺎﻗ ﺖﻔﺘﻟا اذﺈﻓ ﻦﻤﺣﺮﻟا ﻲﻨﻴﻋ ﻦﻴﺑ ﻪﻥﺈﻓ ةﻼﺼﻟا ﻲﻓ مﺎﻗ اذإ ﺪﺒﻌﻟا نإ :
ﺎﻥﺄﻓ ﻚﺕﻼﺹ ﻰﻠﻋ ﻞﺒﻗأ مدﺁ ﻦﺑا ؟ﻲﻨﻣ ﻚﻟ ﺮﻴﺥ ﻮه ﻦﻣ ﻰﻟإ ؟ﺖﻔﺘﻠﺕ ﻦﻣ ﻰﻟإ مدﺁ ﻦﺑا ﺎﻳ
ﻪﻴﻟإ ﺖﻔﺘﻠﺕ ﻦﻤﻣ ﻚﻟ ﺮﻴﺥ . (( ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ﺔﻴﺱﺪﻘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا
ﺔﻋﻮﺿﻮﻤﻟاو " يﻮﺴﻴﻌﻠﻟ ) 46 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1024 . (
Sesungguhnya seorang hamba apabila mendirikan solat maka sesungguhnya dia
berada di dalam pemerhatian Allah. Apabila dia selesai sembahyang dan berpaling,
Tuhan berfirman kepadanya: Wahai anak Adam, kepada siapa engkau mahu
berpaling? Kepada yang mereka yang lebih baik untuk engkau daripadaKu? Anak
Adam, hadapkanlah solat engkau kepadaKu, maka Aku bagi engkau adalah sebaik-
baik yang patut dipalingkan kepadanya. (Dhaif jiddan)
******************************
70 - )) ﻰﺱﻮﻣ ﺲﻔﻥ ﻲﻓ ﻊﻗو : ؟ﻩﺮآذ ﻰﻟﺎﻌﺕ ﷲا مﺎﻨﻳ ﻞه ًﺎ ﻜ ﻠ ﻣ ﻪﻴﻟإ ﷲا ﻞﺱرﺄﻓ . ﻪﻗرﺄﻓ
ةرورﺎﻗ ﺪﻳ ﻞآ ﻲﻓ ﻦﻴﺕرورﺎﻗ ﻩﺎﻄﻋأ ﻢﺙ ،ًﺎﺙﻼﺙ ... ﻩاﺪﻳ ﺖﻘﻔﻄﺹﺎﻓ ﺔﻣﻮﻥ مﺎﻥ ﻢﺙ
لﺎﻗ نﺎﺕرورﺎﻘﻟا تﺮﺴﻜﻥاو : ﻚﺴﻤﺘﺴﺕ ﻢﻟ مﺎﻨﻳ نﺎآ ﻮﻟ ﷲا نأ ًﻼ ﺜ ﻣ ﻪﻟ ﷲا بﺮﺿ
ضرﻷاو تاوﺎﻤﺴﻟا .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ﻞﻠﻌﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا "
) 1034 . (
Telah terlintas di dalam hati Musa: "Adakah Allah itu tertidur?" Maka Allah
mengutus malaikat kepadanya dan tidak menidurkannya selama tiga hari serta
memberikannya dua buah botol. Botol itu dipegang pada kedua-dua tangannya. Dia
diperintahkan supaya menjaga botol berkenaan. Kemudian dia tertidur. Kedua-dua
tangannya hampir berlaga. Diapun terjaga serta menjauhkan semula jarak kedua
tangan yang memegang botol. Lalu dia kembali mengantuk dan tertidur sehingga
berlagalah kedua-dua tangannya. Dan terpecahlah dua botol itu. Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Allah telah memberi perumpaan kepada Musa, kalaulah Allah itu tertidur
sudah pasti langit dan bumi tidak terkendali. (Dha'if)
71 - )) ﺪﺠﻳ ًﺎ ﻥ ﺎ ﻤ ﻳ إ ﷲا ﻩﺎﺕﺁ ﷲا ﻦﻣ ًﺎ ﻓ ﻮ ﺥ ﺎﻬآﺮﺕ ﻦﻣ ﺲﻴﻠﺑإ مﺎﻬﺱ ﻦﻣ ﻢﻬﺱ ةﺮﻈﻨﻟا
ﻪﺒﻠﻗ ﻲﻓ ﻪﺕوﻼﺣ . (( ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﺐﻴهﺮﺘﻟاو ﺐﻴﻏﺮﺘﻟا " يرﺬﻨﻤﻠﻟ ) 4 / 106 . (
" ﺪﺉاوﺰﻟا ﻊﻤﺠﻣ " ﻲﻤﺜﻴﻬﻠﻟ ) 8 / 63 " . ( كرﺪﺘﺴﻤﻟا ﺺﻴﺨﻠﺕ " ﻲﺒهﺬﻠﻟ ) 4 / 314 . (
Pandangan/melihat itu merupakan satu panahan dari panahan-panahan Iblis.
Barangsiapa yang meninggalkannya kerana takutkan Allah, nescaya Allah akan
memberikannya keimanan yang dirasakannya amat manis di dalam hatinya. (Dha'if
Jiddan/sangat lemah)
72 - )) ﻞﺉﺎﺴﻟا فﺎﻋﺮﻟا ﻦﻣ ءﻮﺿﻮﻟا دﺎﻌﻳ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ظﺎﻔﺤﻟا ةﺮﻴﺥذ " ﺮهﺎﻃ ﻦﺑﻻ
) 5 / 6526 ". ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1071 . (
Wudhu' hendaklah diulangi apabila darah mengalir keluar dari hidung. (Maudhu')
73 - )) ﻞﻌﻔﻟا ﻪﻗﺪﺹو ﺐﻠﻘﻟا ﻲﻓ ﺮﻗو ﺎﻣ ﻦﻜﻟو ،ﻲﻠﺤﺘﻟﺎﺑ ﻻو ﻲﻨﻤﺘﻟﺎﺑ نﺎﻤﻳﻹا ﺲﻴﻟ ...
ﺦﻟا .(( عﻮﺿﻮﻣ " . ظﺎﻔﺤﻟا ةﺮﻴﺥذ " ﺮهﺎﻃ ﻦﺑﻻ ) 4 / 4656 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1098 . (
" ﺔﻔﻴﺤﺼﻟا ﺾﺒﺒﻴﺕ " وﺮﻤﻋ ﺪﻤﺤﻤﻟ ) 33 . (
Iman bukanlah dengan angan-angan dan juga bukan dengan hias-hiasan tetapi apa
yang tetap di dalam hati serta membenarkannya dengan perbuatan. (Maudhu')
74 - )) مﻼﺴﻟا ﻪﻴﻠﻋ نﺎﻤﻴﻠﺱ ﻢﺕﺎﺥو ،مﻼﺴﻟا ﻪﻴﻠﻋ ﻰﺱﻮﻣ ﻰﺼﻋ ﺎﻬﻌﻣو ،ﺔﺑاﺪﻟا جﺮﺨﺕ
.. اﺬه لﻮﻘﻴﻓ : اﺬه لﻮﻘﻳو ، ﻦﻣﺆﻣ ﺎﻳ : ﺮﻓﺎآ ﺎﻳ .(( ﺮﻜﻨﻣ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1108 ( .
Daabbah (binatang melata) akan keluar dengan tongkat Musa a.s. dan cincin Sulaiman
a.s. Ia berkata ini: "Wahai mukmin." Dan berkata ini: "Wahai kafir." (Munkar)
75 - )) تءﺎﺠﻓ ﻪﻴﻓ ﻼﺥﺪﻓ ،رﺎﻐﻟا ﻰﻟإ ﺮﻜﺑ ﻮﺑأو ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﻲﺒﻨﻟا ﻖﻠﻄﻥا
ﻋ ﺖﺠﺴﻨﻓ تﻮﺒﻜﻨﻌﻟا رﺎﻐﻟا بﺎﺑ ﻰﻠ ... ﺦﻟا . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1129 . (
" ﺚﻳﺪﺣ ﻪﻴﻓ ﺢﺼﻳ ﻻ ﻞﻴﻗ ﺎﻤﺑ ﺚﻳﺪﺤﺘﻟا " ﺪﻳز ﻲﺑأ ﺮﻜﺒﻟ ) 214 . (
Nabi s.a.w. keluar bersama Abu Bakar ke gua. Mereka berdua masuk. Kemudian
datang labah-labah membuat sarang di pintu gua. (Dha'if)
76 - )) ﺹ ﻲﺒﻨﻟا ﺪﺟو لﺎﻘﻓ ًﺎ ﺤ ﻳ ر ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠ : ﺄﺿﻮﺘﻴﻠﻓ ﺢﻳﺮﻟا اﺬه ﺐﺣﺎﺹ ﻢﻘﻴﻟ .
ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﷲا لﻮﺱر لﺎﻘﻓ مﻮﻘﻳ نأ ﻞﺟﺮﻟا ﺎﻴﺤﺘﺱﺎﻓ : اﺬه ﺐﺣﺎﺹ ﻢﻘﻴﻟ
سﺎﺒﻌﻟا لﺎﻘﻓ ،ﻖﺤﻟا ﻦﻣ ﻲﺤﺘﺴﻳ ﻻ ﷲا نﺈﻓ ﺄﺿﻮﺘﻴﻠﻓ ﺢﻳﺮﻟا : مﻮﻘﻥ ﻼﻓأ ﷲا لﻮﺱر ﺎﻳ
لﺎﻘﻓ ؟ﺄﺿﻮﺘﻥ ﺎﻨﻠآ : اوﺆﺿﻮﺘﻓ ﻢﻜﻠآ اﻮﻣﻮﻗ . (( ﻞﻃﺎﺑ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1132 . (
Nabi s.a.w. telah terbau kentut seseorang lalu bersabda: "Bangunlah siapa yang
kentut, dan berwudhu'lah." Lelaki (yang kentut) itu malu untuk berdiri. Kemudian
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bangunlah siapa yang kentut dan berwudu'lah.
Sesungguhnya Allah tidak malu daripada kebenaran." Lalu Ibnu Abbas berkata:
"Wahai Rasulullah s.a.w., apakah tidak boleh kami semua bangun dan berwudhu'
semuanya?" Baginda s.a.w. menjawab: "Bangunlah kamu sekelian dan
berwudhu'lah." (Bathil)
77 - )) ﺖﻠﻌﻓ اذإ ءﻼﺒﻟا ﺎﻬﺑ ﻞﺣ ﺔﻠﺼﺥ ةﺮﺸﻋ ﺲﻤﺥ ﻲﺘﻣأ : ًﻻ و د ﻢﻨﻐﻤﻟا نﺎآ اذإ
ًﺎ ﻣ ﺮ ﻐ ﻣ ةﺎآﺰﻟاو ًﺎ ﻤ ﻨ ﻐ ﻣ ﺔﻥﺎﻣﻷاو ........ ﺦﻟا . (( ﻒﻴﻌﺿ " . يﺬﻣﺮﺘﻟا ﻦﻨﺱ ) " 2 / 33 . (
" ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ﻞﻠﻌﻟا ) " 2 / 1421 " . ( ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا ) " 1 / 33 . (
Apabila umatku melakukan limabelas perkara ini, bala' bencana akan menimpanya:
Apabila ghanimah/rampasan perang berputar-putar di sekitar orang kaya dan
berkedudukan, apabila amanah menjadi harta rampasan dan apababila zakat sebagai
satu denda (dikeluarkan secara paksaan). (Dha'if)
78 - )) ﺔﺌﻴﻄﺥ ﻞآ سأر ﺎﻴﻥﺪﻟا ﺐﺣ . (( عﻮﺿﻮﻣ ". صﺎﺼﻘﻟا ﺚﻳدﺎﺣأ " ﺔﻴﻤﻴﺕ ﻦﺑﻻ
) 7 " . ( ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا ) " 1 / 163 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 173 . (
Mencintai dunia adalah kepala/pokok segala dosa kesalahan. (Maudhu')
79 - )) فﺮﺘﺤﻤﻟا ﻦﻣﺆﻤﻟا ﺐﺤﻳ ﷲا نإو ،دﺎﻬﺟ لﻼﺤﻟا ﺐﻠﻃ . (( ﻒﻴﻌﺿ ". ﺔﺒﺨﻨﻟا
ﺔﻴﻬﺒﻟا " يوﺎﺒﻨﺴﻠﻟ ) 57 " . ( ﻜﻟا ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸ ) " 1 / 518 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1301 . (
Mencari yang halal itu adalah jihad. Dan sesungguhnya Allah mencintai seorang
mukmin yang mempunyai pekerjaan. (Dha'if)
80 - )) ﻦﻤﺣﺮﻟا نﺁﺮﻘﻟا سوﺮﻋو سوﺮﻋ ءﻲﺵ ﻞﻜﻟ . (( ﺮﻜﻨﻣ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1350 (
.
Setiap sesuatu itu mempunyai mempelai/pengantin. Mempelai al-Quran adalah surah
al-Rahman. (Munkar)
******************************
81 - )) ﻢﻬﻣدﺎﺥ مﻮﻘﻟا ﺪﻴﺱ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻨﺴﺤﻟا ﺪﺹﺎﻘﻤﻟا " يوﺎﺨﺴﻠﻟ ) 579 . (
" ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1502 . (
Penghulu kepada suatu kaum itu ada khadam kepada mereka. (Dha'if)
82 - )) ﻦﻴﺉﺎﻔﺸﻟﺎﺑ ﻢﻜﻴﻠﻋ : نﺁﺮﻘﻟاو ﻞﺴﻌﻟا . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺎهﺮهﺎﻇ ﺔﱠﻠﻌﻣ ﺚﻳدﺎﺣأ
ﺔﺤﺼﻟا " ﻲﻋداﻮﻠﻟ ) 247 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1514 . (
Hendaklah kamu berubat dengan dua penyembuh: Madu dan al-Quran. (Dha'if)
83 - )) ﻪﺒﻠﻗ ﺮﻔآو ﺖﻠﺼﻟا ﻲﺑأ ﻦﺑ ﺔﻴﻣأ ﺮﻌﺵ ﻦﻣﺁ . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﻔﺨﻟا ﻒﺸآ ءﺎ "
) 1 / 19 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1546 . (
Umaiyah bin Abi Shalt, syairnya beriman tetapi hatinya kafir. (Dha'if)
84 - )) ناﺪﺕ ﻦﻳﺪﺕ ﺎﻤآ ﺖﺌﺵ ﺎﻤآ ﻦﻜﻓ مﺎﻨﻳ ﻻ نﺎﻳﺪﻟاو ﻰﺴﻨﻳ ﻻ ﻢﺙﻹاو ﻰﻠﺒﻳ ﻻ ﺮﺒﻟا .((
ﻒﻴﻌﺿ " . ﻲﻬﻟﻹا ﻒﺸﻜﻟا " ﻲﺴﻠﺑاﺮﻄﻠﻟ ) 681 " . ( عﻮﺹﺮﻤﻟا ﺆﻟﺆﻠﻟا " ﻲﺸﻴﺸﻤﻠﻟ
) 414 (
Kebaikan itu tidak akan punah (tidak putus pahalanya). Dosa itu tidak akan dilupakan.
Tuhan itu tidak akan tidur. Jadilah sebagaimana yang kamu mahukan sebagaimana
yang kamu lakukan maka itulah yang kamu perolehi. (Dha'if)
.
85 - )) ﻦﻣ ﺪﺵأ تﻮﻤﻟا ﻚﻠﻣ ﺔﺠﻟﺎﻌﻤﻟ ﻒﻴﺴﻟﺎﺑ ﺔﺑﺮﺿ ﻒﻟأ . (( ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﺐﻴﺕﺮﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " ﻲﺒهﺬﻠﻟ ) 1071 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ ) 3 / 220 . (
Kesakitan menghadapi malaikat maut itu lebih dahsyat dari seribu pukulan pedang.
(Dha'if Jiddan)
86 - )) ًا ﺪ ﺴ ﻔ ﻣ ًﺎ ﺿ ﺮ ﻣ ﻻإ نوﺮﻈﺘﻨﺕ ﻞه ،ًﺎﻌﺒﺱ لﺎﻤﻋﻷﺎﺑ اوردﺎﺑ ﻰﻨﻏ وأ ًا ﺪ ﻨ ﻔ ﻣ ًﺎ ﻣ ﺮ ه و
ﺔﻋﺎﺴﻟا وأ ﺮﻈﺘﻨﻳ ﺐﺉﺎﻏ ﺮﺸﻓ لﺎﺟﺪﻟا وأ ًا ﺰ ﻬ ﺠ ﻣ ًﺎ ﺕ ﻮ ﻣ وأ ًﺎﻴﺴﻨﻣ ًا ﺮ ﻘ ﻓ وأ ًﺎ ﻴ ﻐ ﻄ ﻣ
ﺮﻣأو ﻰهدأ ﺔﻋﺎﺴﻟاو .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ظﺎﻔﺤﻟا ةﺮﻴﺥذ " ﺮهﺎﻃ ﻦﺑﻻ ) 2 / 2313 . (
" ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1666 . (
Bersegeralah beramal sebelum berlaku tujuh perkara: Adakah kamu menunggu
sehingga jatuh sakit yang membinasakan, tua nyanyuk, atau kekayaan yang
menjahanamkan, atau kefaqiran yang melarat, atau kematian mengejut, atau datang
dajjal iaitu sejahat-jahat perkara ghaib yang ditunggu, atau datangnya kiamat, iaitu
perkara yang paling dahsyat sekali (Dha'if)
87 - )) رﺎﻨﻟا ﻰﻠﻋ ﻢﻜﺉﺮﺟأ ﺎﻴﺘﻔﻟا ﻞﻋ ﻢآؤﺮﺟأ .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1814 . (
Memberi fatwa dapat menyebabkan diri terjerumus ke dalam neraka. (Dha'if)
88 - )) ﷲا رﻮﻨﺑ ﺮﻈﻨﻳ ﻪﻥﺈﻓ ﻦﻣﺆﻤﻟا ﺔﺱاﺮﻓ اﻮﻘﺕا . (( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ "
ﻲﻥﺎﻨﻜﻠﻟ ) 2 / 305 ( " . تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " ﻲﻥﺎﻐﺼﻠﻟ ) 74 . (
Takutilah firasat orang-orang beriman. Maka sesungguhnya dia memandang dengan
nur Allah. (Dha'if)
89 - )) ﻪﻟ ﻞﻘﻋ ﻻ ﻦﻣ ﻊﻤﺠﻳ ﺎﻬﻟو ﻪﻟ لﺎﻣ ﻻ ﻦﻣ لﺎﻣو ﻪﻟ راد ﻻ ﻦﻣ راد ﺎﻴﻥﺪﻟا .((
ًا ّﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ءﺎﻴﺣﻹا ﻲﻓ ﺎﻬﻟ ﻞﺹأ ﻻ ﻲﺘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا " ﻟ ﻲﻜﺒﺴﻠ ) 344 " . ( ةﺮآﺬﺕ
تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا " ﻲﻨﺘﻔﻠﻟ ) 174 . (
Dunia adalah rumah bagi yang tiada rumah, harta bagi yang tiada berharta. Yang
menghimpun dunia ini ialah orang-orang yang tidak berakal. (Dha'if Jiddan)
******************************
90 - )) ﺮﺥﺁ اﻮﻠﻌﺠﺕ ﻻ ًء ﺎ ﻣ ﻢﻜﻣﺎﻌﻃ . (( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 2096 . (
Jangan akhiri makan kamu dengan meminum air (Tiada sumbernya)
91 - )) رﺎﻔﻐﺘﺱﻻا ﺎهؤﻼﺟو ﺪﻳﺪﺤﻟا أﺪﺼآ أﺪﺹ بﻮﻠﻘﻠﻟ نإ .(( عﻮﺿﻮﻣ ". ةﺮﻴﺥذ
ظﺎﻔﺤﻟا ) " 2 / 1978 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 2242 . (
Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Dan penghilangnya
adalah istighfar. (Maudhu')
92 - )) ﺮﺒآﻷا ﻰﻟإ ﺮﻐﺹﻷا دﺎﻬﺠﻟا ﻦﻣ ﺎﻨﻌﺟر .(( ﻪﻟ ﻞﺹأ ﻻ " . ﺔﻋﻮﻓﺮﻤﻟا راﺮﺱﻷا "
) 211 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ " ﻲﻨﺘﻔﻠﻟ ) 191 . (
Kami kembali dari jihad yang kecil kepada jihad yang lebih besar. (Tiada asalnya)
93 - )) ﻪﻨﻋ ﺾﻘﻳ ﻢﻟ ،ﻪﻟ ﷲا ﺎﻬﺼﺥر ﺔﺼﺥر ﺮﻴﻏ ﻲﻓ نﺎﻀﻣر ﻦﻣ ًﺎ ﻣ ﻮ ﻳ ﺮﻄﻓأ ﻦﻣ
ﻪﻣﺎﺹ نإو ،ﻪﻠآ ﺮهﺪﻟا مﺎﻴﺹ .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻌﻳﺮﺸﻟا ﻪﻳﺰﻨﺕ ) " 2 / 148 " . ( ﺐﻴﻏﺮﺘﻟا
ﺐﻴهﺮﺘﻟاو ) " 2 / 74 .(
Barangsiapa yang berbuka satu hari dibulan Ramadhan bukan sebab rukhsah
dibenarkan oleh Allah, maka ia tidak dapat di-qadha'kan sekalipun dia berpuasa
seumur hidup. (Dha'if)
94 - )) ًا ﻮ ﺒ ﺣ ﺔﻨﺠﻟا ﻞﺥﺪﻳ فﻮﻋ ﻦﺑ ﻦﻤﺣﺮﻟا ﺪﺒﻋ نإ . (( عﻮﺿﻮﻣ " . ﻒﻴﻨﻤﻟا رﺎﻨﻤﻟا "
ﻢﻴﻘﻟا ﻦﺑﻻ ) 306 " . ( ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟا ﺪﺉاﻮﻔﻟا " ﻲﻥﺎآﻮﺸﻠﻟ ) 1184 .(
Sesungguhnya Abdul Rahman bin Auf masuk syurga dalam keadaan merangkak.
(Maudhu')
95 - )) قﻼﻄﻟا ﷲا ﻰﻟإ لﻼﺤﻟا ﺾﻐﺑأ .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا ﻞﻠﻌﻟا " يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ
) 2 / 1056 " . ( ةﺮﻴﺥﺬﻟا ) " 1 / 23 .(
Perkara halal yang paling dimurkai Allah ialah talaq. (Dha'if)
96 - )) ﻨﻳﺪﻤﻟا ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﻲﺒﻨﻟا مﺪﻗ ﺎﻤﻟ ﺪﺉﻻﻮﻟاو نﺎﻴﺒﺼﻟاو ءﺎﺴﻨﻟا ﻞﻌﺟ ﺔ
نﻮﻟﻮﻘﻳ :
ﺎﻨﻴﻠﻋ ﺮﻜﺸﻟا ﺐﺟو ﺎﻨﻴﻠﻋ رﺪﺒﻟا ﻊﻠﻃ
عادﻮﻟا تﺎﻴﻨﺙ ﻦﻣ ﺎﻨﻴﻓ ثﻮﻌﺒﻤﻟا ﺎﻬﻳأ
عﺎﻄﻤﻟا ﺮﻣﻷﺎﺑ ﺖﺌﺟ عاد ﷲ ﺎﻋد ﺎﻣ
ﻒﻴﻌﺿ " . صﺎﺼﻘﻟا ﺚﻳدﺎﺣأ " ﺔﻴﻤﻴﺕ ﻦﺑﻻ ) 17 " . ( تﺎﻋﻮﺿﻮﻤﻟا ةﺮآﺬﺕ ) " 196 .(
Apabila Nabi s.a.w. sampai di Madinah, maka wanita, kanak-kanak dan hamba
mengucapkan: Thala'al Badru Alaina…..
(Dha'if)
97 - )) ﺐﻄﺤﻟا رﺎﻨﻟا ﻞآﺄﺕ ﺎﻤآ تﺎﻨﺴﺤﻟا ﻞآﺄﻳ ﺪﺴﺤﻟا نﺈﻓ ﺪﺴﺤﻟاو ﻢآﺎﻳإ .(( ﻒﻴﻌﺿ .
" ﺮﻴﺒﻜﻟا ﺦﻳرﺎﺘﻟا ) " 1 / 272 " . ( دواد ﻲﺑأ ﻦﻨﺱ ﺮﺼﺘﺨﻣ " يرﺬﻨﻤﻠﻟ ) 7 / 226 .(
Jauhilah hasad. Maka sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api
membakar kayu. (Dha'if)
98 . بﻮﻠﻗ كﻮﻠﻤﻟا ﻚﻟﺎﻣو كﻮﻠﻤﻟا ﻚﻠﻣ ﺎﻥأ ﻻإ ﻪﻟإ ﻻ ﷲا ﺎﻥأ لﻮﻘﻳ ﻞﺟو ﺰﻋ ﷲا نإ
نإو ﺔﻤﺣﺮﻟاو ﺔﻓأﺮﻟﺎﺑ ﻢﻬﻴﻠﻋ ﻢﻬآﻮﻠﻣ بﻮﻠﻗ ﺖﻟﻮﺣ ﻲﻥﻮﻋﺎﻃأ دﺎﺒﻌﻟا نإو يﺪﻴﺑ كﻮﻠﻤﻟا
ﺔﻤﻘﻨﻟاو ﻂﺨﺴﻟﺎﺑ ﻢﻬآﻮﻠﻣ بﻮﻠﻗ ﺖﻟﻮﺣ ﻲﻥﻮﺼﻋ دﺎﺒﻌﻟا ﻼﻓ باﺬﻌﻟا ءﻮﺱ ﻢهﻮﻣﺎﺴﻓ
ﻢﻜﻔآأ عﺮﻀﺘﻟاو ﺮآﺬﻟﺎﺑ ﻢﻜﺴﻔﻥأ اﻮﻠﻐﺵأ ﻦﻜﻟو كﻮﻠﻤﻟا ﻰﻠﻋ ءﺎﻋﺪﻟﺎﺑ ﻢﻜﺴﻔﻥأ اﻮﻠﻐﺸﺕ
ﻢﻜآﻮﻠﻣ
ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻴﺱﺪﻘﻟا ﺚﻳدﺎﺣﻷا " يﻮﺴﻴﻌﻠﻟ ) 43 " . ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 602 .(
Allah S. W. T telah berfirman: Aku adalah Allah, Tiada Tuhan selain Aku. Akulah
Raja Segala Raja. Aku memegang hati-hati raja di dalam tangan-Ku. Sesungguhnya
apabila hambaKu mentaati-Ku, Aku akan menukar hati raja-raja menjadi kasihan
belas serta sayang ke atas mereka. Bila orang ramai (rakyat) mengingkari-Ku, Aku
akan mengarahkan hati raja-raja ke arah kemarahan dan dendam ke atas mereka.
Dengan demikian raja-raja akan meletakkan mereka dalam kesusahan dan
penderitaan. Maka daripada kamu mengutuk mereka (pemimpin yang zalim), adalah
lebih baik kembali mengingati-Ku dan merayu kepada-Ku supaya Aku dapat
melindungimu daripada kekejaman mereka. (Dha'if jiddan)
99 - دﻮﻟﻮﻤﻟا نذأ ﻲﻓ ﺔﻣﺎﻗﻹاو ناذﻷا . ًا ﺪ ﺟ ﻒﻴﻌﺿ " . ﻢهﻮﻟا نﺎﻴﺑ " نﺎﻄﻘﻟا ﻦﺑﻻ
) 4 / 594 " . ( ﻦﻴﺣوﺮﺠﻤﻟا " نﺎﺒﺣ ﻦﺑﻻ ) 2 / 128 ". ( ﺔﻔﻴﻌﻀﻟا ) " 1 / 494 .(
Hadis azan dan iqamah di telinga bayi. (Dha'if jiddan)
100 - )) ﺎﻬﺑ ﻖﺣأ ﻮﻬﻓ ﺎهﺪﺟو اذﺈﻓ ، ﻢﻴﻜﺣ ﻞآ ﺔﻟﺎﺿ ﺔﻤﻜﺤﻟا .(( ﻒﻴﻌﺿ " . ﺔﻴهﺎﻨﺘﻤﻟا "
يزﻮﺠﻟا ﻦﺑﻻ ) 1 / 96 " . ( يﺬﻣﺮﺘﻟا ﻦﻨﺱ ) " 5 / 51 .(
Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari setiap orang yang bijaksana. Maka apabila
dia menemuinya, dia lebih berhak memilikinya. (Dha'if)
fenomena bertudung zaman kemusnahan.bertudung sebenarnya untuk apa???
![]() |
| Pelbagai koleksi tudung aRIANI |
Alhamdulillah,bersyukur pada nikmatNYA kerana masih lagi member peluang untuk ana menulis walaupun kadang-kadang masa amatlah mencemburui.Dibebankan dengan tanggungjawab sebagai seorang pelajar dan ditambah juga dengan taklifan dalam persatuan membuatkan kadang-kadang diri sudah terlalu banyak tugasnya.
InsyaALLAH, ana cuba berkongsi pada semua tentang satu fenomena yang sudah menjadi kebiasaan dan satu ‘trend’ pada masa sekarang.Tidak bermakud untuk mengkritik apatah lagi menghina, cumanya ana mahu sahabat-sahabat semua membuka mata dengan apa yang berlaku.
Tudung merupakan satu pakaian yang tidak asing lagi bagi kaum hawa dan ia menjadi satu kewajipan pada golongan ini untuk memakainya.ALLAH TAALA sudah berfirman dalam Al-Quran
“ wahai nabi, katakanlah kepada isteri-isrerimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin , hendaklah menutupkan jilbapnya ke sweluruh tubuh mereka.yang demikian itu agar lebih mudah untuk dikenali , sehingga mereka tidak DIGANGGU.dan ALLAH Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(Surah AL-Ahzab Ayat 59)
Dari ayat ini,ALLAH menjelaskan bahawa pemakaian tudung itu adalah satu kewajipan dan dimana ALLAH menyuruh nabi denagan menggunakan perkataan “KUL” yang bermaksud katakanlah.dan dari sudut Kaedah Usul Fiqh , lafaz Feel Amr’ pada sesetengah ayat Al-Quran bermaksud satu kewajipan.
Alhamdulillah,kita dapat melihat ramai wanita yang memakai tudung di merata tempat termasuk di Malaysia.Malangnya,sesetengah dari mereka memakainya hanya sekadar satu FESYEN.ana tidak menuduh mana-mana pihak,tetapi kita boleh menilainya sendiri menggunakan AQAL yang ALLAH TAALA sudah berikan.
Dewasa ini, kita dapat lihat bermacam-macam cara pemakaian tudung dan tidak dilupakan bermacam-macam jenis tudung dikomersialkan.Antaranya, Tudung ARIANI,Tudung Wardina,Mawi dan sebagainya.tidak menjadi masalah jika ia dibuat b agi menarik minat golingan yang tidak bertudung untuk memakai tudung.Tetapi, ADAKAH MATLAMAT MENGHALALKAN CARA????
Sebagai contoh,tudung jenis ARIANI yang sudah hangat dipasaran sekarang.ana ingin bertanya pada sahabat-sahabat,adakah tudung sejenis ini sudah menepati Syara’????ana tidak mahu member jawapannya,kerana ALLAH sudah berfirman Al-Quran seperti ayat di atas. Ana mahu melemparkan persoalan ini ke dalam hati sahabat-sahabat semua agar sahabat-sahabat semua dapat menilai perkara ini dengan lebih serius.Satu perkara lagi yang menjadi satu kejelikan?
Kita dapat lihat sendiri bagaimana promosi tentanf pemakaian tudung ini sudah sampai tahap kepada penerbitan sebua cerekarama yang bertajuk “Tudung Ekspres”.Untuk apa cerita ini dipertontonkan kepada rakyat??untuk mempromosi??atau untuk menarik secara halus agar umat Islam menjadikan pemakaian tudung itu hanya cukup sekadar tutup kepala tanpa menilai dengan lebih mendalam adakah ia sudah menepati tuntutan Syara”.Sahabat-sahabat,perkara ini tidak perlu dirisaukan sekiranya seluruh ummat Islam mengamati agama Islam secara total.Tetapi,malangnya,ini tidak berlaku di Negara kita.walaupun kita mengatakan Negara kita sebagai sebuah Negara Islam,tetapi nilai-nilai keislaman dan tahap pengamatannya terlalu rendah.Ini amat membimbangkan.
Sebagai bukti, ana mahu menunjukkan pada para sahabat tentang ciri-ciri tudung ARIANI ini..
![]() |
| walaupun labuh, tetap menampakkan benruk susuk badan |
![]() |
| labuh, tetap labuh, susuk badan tetap nampak |
![]() |
| tudung labuh yang selalu dipakai oleh golongan muslimah pada zaman sebelum terkenalnya tudung ariani.ia tidak menampakkan bentuk susuk badan. |
![]() |
Diriwayatkan oleh Imam At-Tabari dalam Al-Mu’jamus Saghir dengan sanad soheh bahawa Rasulullah bersabda yang maksudnya:"akan datang suatu masa dalam umatku segolongan wanita berpakaian tapi sebenarnya mereka bagai bertelanjang tanpa pakaian. Sanggul mereka ditinggikan bagai goh unta(bonggol)Dalam riwayat Bukhari,hadis ini terdapat tambahan yang berbunyi: Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak dapat mencium sedikit pun bau syurga.Sesungguhnya bau syurga itu dapat tercium dari jarak yang amat jauh sekali."Apa yang dikatakan berpakaian tetapi telanjang itulah dengan memakai pakaian yang ketat dan menampakkan tubuh badan serta memakai pakaian yang longgar tetapi jarang....
![]() |
| amat berkaitan dengan Hadith di atas... |
![]() |
| bersanggul untuk apa..???? |
Alhamdulillah, baru-baru ini ana berkesempatan mengikuti diskusi dalam usrah. Ana cuba berkongsian dengan adik beradik usrah ana di samping mencari sedikit maklumat-maklumat dari ahli usrah ana.Pada mulanya ana menjangkakan bahawa ahli usrah ana tidak menghiraukan berkenaan perkara ini,tetapi, rupa-rupanya mereka turut menyatakan rasa kebimbangan atas masalah yang berlaku ini.Ummat islam semua harus sedar bahawa kita sebanarnya berada di zon yang cukup-cukup bahaya.Sedikit demi sedikit kita dijajah dengan penjajahan alaf moden.Penjajahan secara senyap yang menyebabkan kita leka dengannya.
Oleh itu, ana menyeru pada semua sahabat-sahabat agar memandang fenomena ini sebagai satu fenomena yang membahayakan.Buat apa mahu difesyen-fesyenkan.Tidak salah mahu berfesyen, tetapi pelaksanaan hukum tetap wajib dijaga.Buat apa menutup berfesyen andai kemurkaan ALLAH diterima bersama.Hakikat memakai tudung adalah satu kewajipan yang sudah ditetapkan olehnya, ada hikmahnya.Apa dia??WALLAHUA’LAM.ALLAH sahaja yang mengetahui.Tetapi, hakikatnya ALLAH itu sayang pada hambaNYA.Semua yang ditetapkanNYA adalah untuk kebaikan kita dan ukan mahu menyusahkan.
“islam itu MUDAH,
Tetapi
Tidak bermaksud ia boleh diambil mudah”
Bersama kita berusaha agar sentiasa dalam rahmat dan pengampunanNYA.
WALLAHUA’LAM..
.:: cawan oh cawan ::.
Kisah ini merupakan satu teladan kepada kita semua tentang kenapa selama ini kita sering ditimpa dugaan yang adakalanya sukar untuk kita tanggung dan terlalu menyakitkan.
Sepasang datuk dan nenek pergi belanja di sebuah kedai cenderamata untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada cawan yang cantik. "Lihat cawan itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau betul, inilah cangkir tercantik yang pe nah aku lihat," ujar si datuk. Pada ketika mereka mendekati cawan itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara,
"Terima kasih untuk perhatian anda, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cawan yang dikagumi, aku hanyalah selonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pening. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Tetapi orang itu berkata, 'Belum !' Lalu ia mulai menyodok dan meninju aku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam api. Panas! Panas ! Teriakku dengan kuat. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.Tapi orang ini berkata, 'Belum !'
Akhirnya ia mengangkat aku dari api itu dan membiarkan aku sampai sejuk. Aku fikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah sejuk aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata, ' Belum !' Lalu ia memberikan aku kepada seorang lelaki dan ia memasukkan aku sekali lagi ke api yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan sejuk. Setelah benar-benar sejuk seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku.Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, kerana di hadapanku berdiri sebuah cawan yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku." Datuk dan nenek itu terdiam membisu. Lalu diceritakan kisah itu kepada cucunya.
Pengajaran:
Seperti inilah kehidupan membentuk kita. Dalam perjalanan hidup akan banyak kita temui keadaan yang tidak menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi 'cantik'.
Jangan lupa bahawa cobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Ertinya tidak ada alasan untuk tergoda dan jatuh dalam dosa apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, kerana Tuhan sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda untuk kehidupan yang lebih baik dan bermakna di hari kemudian dan hari pembalasan(akhirat).
WAllahu a'lam
.:: Selamat Tinggal "sayang"..Daku ini milikNYA ::.
Wahai teman-teman sekalian,
Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa
dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh
apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada
saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya
khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa
saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya
sendiri untuk hari-hari kemudian.
Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan
disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh
hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk
dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping
hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh
mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting
wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak
dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk
itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa
syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah
orangnya.
Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian
tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari.
Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali
wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah
belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan
saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita
kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki
berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk
memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir
beberapa kali.
Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk
mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar.
Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah
perkenalan kami bermula.
Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa
mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya.
Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia
amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun
dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman
dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya
amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara
ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia
sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan
maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali
dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjangkan-
panjangkan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa
punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi
dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya,
itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan
orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata
walau sepatah.
Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang
perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua
itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu
siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya
bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping
saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan
respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih
dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang
boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok
semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah
lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan
rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak
pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu
daripadanya.
Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan
menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut.
Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan
lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke Malaysia.
Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah
yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-
mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan
kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.
Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas,
ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa
suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi
akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.
Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu
perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya
sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan
saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat
saya tak mampu membalas walau sepatah.
"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing
right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is
permitted. But I know there's no relationship between male and
female except for what is very important and official between them.
So, may I know what kind of relationship you are having now and I
want to hear it from your mouth that it is legal in what you have
been learning until now."
"Not a single phrase, nor a word."
"My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you
can never build it on what Allah has stated as wrong and proven
false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and
blessed family come from Allah, and you don't even have anything to
defend it as blessed if the first step you make is by stepping into
what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah
doesn't help you so, and you must know in every family that stands
until their dying day, they have Allah on their side. You can't
expect Him to help you if you did the wrong step from the very
beginning."
Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu
kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan
kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang
dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.
Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam
lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali
selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya
pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada
satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama
dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu
untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan
saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.
Ummi berkata:
"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah
tells you so."
Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan
itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat
faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti
mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta
maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan
saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada
jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan
yang jauh lebih baik dari sekarang.
Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan
hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap
kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh
perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami
muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala
kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali
cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah
yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami
insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah
sudi maafkan kami.
Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu
melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu
yang tidak pernah lesu. Ampunkanlah aku.
Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah
berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup
saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri
telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana
mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir
dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan
umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan
kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permaisuri di hati
saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan
berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.
"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia
sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita
tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang
seumpamanya."
Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara
lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s
dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?
____________
keredhaan -MU ku pohonkan dlm meniti perjalanan hidupku..insyallah..
p/s : kisah ini hanya satu rekaan dan tiada kena mengena dengan yang hidup ataupun yang meninggal dunia..
Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa
dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh
apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada
saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya
khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa
saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya
sendiri untuk hari-hari kemudian.
Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan
disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh
hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk
dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping
hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh
mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting
wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak
dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk
itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa
syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah
orangnya.
Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian
tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari.
Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali
wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah
belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan
saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita
kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki
berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk
memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir
beberapa kali.
Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk
mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar.
Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah
perkenalan kami bermula.
Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa
mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya.
Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia
amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun
dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman
dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya
amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara
ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia
sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan
maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali
dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjangkan-
panjangkan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa
punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi
dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya,
itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan
orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata
walau sepatah.
Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang
perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua
itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu
siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya
bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping
saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan
respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih
dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang
boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok
semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah
lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan
rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak
pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu
daripadanya.
Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan
menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut.
Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan
lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke Malaysia.
Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah
yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-
mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan
kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.
Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas,
ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa
suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi
akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.
Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu
perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya
sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan
saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat
saya tak mampu membalas walau sepatah.
"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing
right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is
permitted. But I know there's no relationship between male and
female except for what is very important and official between them.
So, may I know what kind of relationship you are having now and I
want to hear it from your mouth that it is legal in what you have
been learning until now."
"Not a single phrase, nor a word."
"My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you
can never build it on what Allah has stated as wrong and proven
false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and
blessed family come from Allah, and you don't even have anything to
defend it as blessed if the first step you make is by stepping into
what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah
doesn't help you so, and you must know in every family that stands
until their dying day, they have Allah on their side. You can't
expect Him to help you if you did the wrong step from the very
beginning."
Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu
kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan
kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang
dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.
Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam
lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali
selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya
pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada
satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama
dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu
untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan
saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.
Ummi berkata:
"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah
tells you so."
Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan
itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat
faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti
mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta
maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan
saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada
jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan
yang jauh lebih baik dari sekarang.
Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan
hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap
kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh
perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami
muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala
kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali
cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah
yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami
insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah
sudi maafkan kami.
Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu
melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu
yang tidak pernah lesu. Ampunkanlah aku.
Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah
berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup
saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri
telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana
mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir
dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan
umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan
kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permaisuri di hati
saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan
berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.
"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia
sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita
tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang
seumpamanya."
Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara
lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s
dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?
____________
keredhaan -MU ku pohonkan dlm meniti perjalanan hidupku..insyallah..
p/s : kisah ini hanya satu rekaan dan tiada kena mengena dengan yang hidup ataupun yang meninggal dunia..
.:: Kisah Imam Ahmad Bin Hambal Dicambuk Dan Dipenjarakan ::.
Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Beliau adalah Imam yang keempat dari fuqahak Islam. Beliau memiliki sifat-sifat yang luhur dan tinggi. Ahmad bin Hambal dilahirkan di Baghdad pada bulan Rabiul Awal tahun 164H. Beliau termasyhur dengan nama datuknya Hambal, kerana datuknya lebih masyhur dari ayahnya.
Ibnu Hambal hidup dalam keadaan miskin, kerana ayahnya hanya meninggalkan sebuah rumah kecil dan tanah yang sempit. Beliau terpaksa melakukan berbagai pekerjaan. Beliau pernah bekerja di tempat tukang jahit, mengambil upah menulis, menenun kain dan kadangkala mengambil upah mengangkat barang-barang orang. Beliau lebih mementingkan makanan yang halal lagi baik dan beliau tidak senang menerima hadiah-hadiah.
Ketika ia masih berumur 14 tahun, Ahmad bin Hambal telah belajar mengarang dan menghafal Al-Quran. Beliau bekerja keras dalam menuntut ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ulama yang sangat banyak ilmunya, Ibnu Hambal pun seorang yang teguh imannya, berani berbuat di atas kebenaran. Dia tidak takut bahaya apa pun terhadap dirinya di dalam menegakkan kebenaran itu. Kerana Allah memang telah menentukan bahawa setiap orang yang beriman itu pasti akan diuji keimanannya. Termasuk juga para nabi dan rasul yang tidak pernah lepas dari berbagai ujian dan cubaan.
Ujian dan cubaan berupa fitnah, kemiskinan, seksaan dan lain-lainnya itu selalu akan mendampingi orang-orang yang beriman apalagi orang yang menegakkan kebenaran. Demikian juga halnya dengan Imam Hambali, terlalu banyak bahaya yang dihadapinya dalam berjuang menegakkan kebenaran agama. Ujian itu datangnya bermacam-macam kadangkala dari musuh kita dan dapat juga timbul dari kawan-kawan yang merasa iri dengan kebolehan seseorang.
Imam Hambali berada di zaman kekuasaan kaum Muktazilah yang berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Pendirian ini begitu kuatnya di kalangan pemerintah, sehingga barangsiapa yang bertentangan pendirian dengan pihak pemerintah tentu akan mendapat seksaan. Sebelum Al-Makmun ini, yakni di zaman sultan Harun Al-Rasyid, ada seorang ulama bernama Basyar Al-Marisy berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Baginda Harun Al-Rasyid tidak mahu menerima pendapat tersebut. Bahkan terhadap orang yang berpendapat demikian akan diberi hukuman. Kerana ancaman itu akhirnya Basyar melarikan diri dari Baghdad.
Sultan Harun Al-Rasyid pernah berkata: “Kalau umurku panjang dan masih dapat berjumpa dengan Basyar nescaya akan kubunuh dia dengan cara yang belum pernah aku lakukan terhadap yang lain?” Selama 20 tahun lamanya Syekh Basyar menyembunyikan diri dari kekuasaan Sultan.
Tetapi setelah Sultan Harun Al-Rasyid meninggal dunia, kemudian diganti dengan puteranya Al-Amin barulah Syekh Basyar keluar dari persembunyiannya. Kembali ia mengeluarkan pendapatnya itu, bahawa Quran itu adalah makhluk. Al-Amin juga sependirian dengan ayahnya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Ia mengancam berat terhadap orang yang mengatakan Quran itu makhluk.
Kemudian kepala negara pindah lagi ke tangan saudara Al-Amin iaitu Al-Makmun. Di zaman pemerintahan Al-Makmun inilah pendapat tentang Quran itu makhluk mula diterima. Al-Makmun sendiri telah terpengaruh dan ikut berpendapat demikian. Pada suatu kali oleh Al-Makmun diadakan pertemuan para ulama besar, untuk membincangkan hal itu, tetapi para ulama tetap berpendapat bahawa Al-Quran itu adalah makhluk. Al-Makmun mengharapkan supaya pendapat itu diterima orang ramai.
Pada masa itu satu-satunya ulama yang keras berpendirian bahawa “Al-Quran itu bukan makhluk?” Hanyalah Imam Hambali. Secara terus terang ia berkata di hadapan Sultan:“Bahawa Al-Quran bukanlah makhluk yang dijadikan Allah, tetapi ia adalah Kalamullah.”
Imam Hambali satu-satunya ulama ketika itu yang berani membantah, sedangkan yang lainnya diam seribu bahasa. Kemudian ia ditangkap dan dihadapkan ke hadapan baginda. Ia dipanggil bersama tiga orang ulama yang lainnya, iaitu Imam Hassan bin Muhammad Sajah, Imam Muhammad bin Nuh dan Imam Ubaidah bin Umar. Kedua ulama di antara mereka sama menjawab dan membenarkan pendapat baginda sementara Imam Hambali dan Imam Muhammad bin Nuh dengan tegas menjawab bahawa Quran itu bukanlah makhluk. Keduanya lalu dimasukkan ke dalam penjara. Setelah beberapa hari dalam penjara datang surat dari Tharsus yang meminta supaya keduanya dibawa ke sana dengan dirantai.
Kedua ulama tersebut betul-betul dirantai kedua kaki dan tangannya dan ditunjukkan di hadapan orang ramai. Kemudian dibawa ke Tharsus, sesampainya di sana keduanya dimasukkan ke dalam penjara. Kerajaan mempunyai seorang ulama besar bernama Ahmad bin Abi Daud, yang pandai berbicara namun lemah dalam pendirian.
Terhadap Imam Hambali mereka minta supaya dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya. Baginda raja menerima usulan tersebut. Lalu Imam Hambali dihadapkan depan raja dan ditanyakan tentang pendiriannya. Namun ia tetap menyampaikan pendiriannya bahawa Al-Quran itu ialah Kalamullah bukan makhluk. Dan ia menegaskan lagi bahawa ia tidak akan berubah dari pendiriannya itu.
Akhirnya terjadilah persidangan yang dipimpin oleh baginda sendiri. Kemudian baginda memanggil Imam Hambali dan berkata: “Atas nama saya sebagai kerabat Nabi Muhammad SAW saya akan memukul engkau beberapa kali, sampai engkau membenarkan apa yang telah saya benarkan, atau mengatakan seperti yang saya kata?” Kerana Imam Hambali masih tetap dengan pendiriannya, maka baginda memerintahkan kepada perajuritnya untuk memukul Imam Hambali.
Ketika cambuk yang pertama singgah di punggung beliau, beliau mengucapkan “Bismillah.” Ketika cambuk yang kedua, beliau mengucapkan “La haula walaa quwwata illaa billah” (tiada daya dan kekuatan apa pun kecuali izin Allah). Ketika cambuk yang ketiga kalinya beliau mengucapkan “Al-Quran kalaamullahi ghairu makhluk” (Al-Quran adalah kalam Allah bukan makhluk). Dan ketika pada pukulan yang keempat, beliau membaca surah At-Taubah ayat 51.
“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami.”
Sehingga seluruh badan beliau mengalir darah merah.
Akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara kembali. Pada suatu hari ketika Imam Hambali dibawa ke Kota Anbar dengan tangan yang terbelenggu, seorang yang alim bernama Abu Ja’far Al-Anbari menghampiri beliau. Imam Hambali bertanya kepadanya: “Hai Abu Ja’far apakah engkau susah melihat keadaanku?” “Tidak wahai Imam, engkau adalah pemuka umat, kerana umat manusia ada di belakangmu. Demi Allah, bila engkau mahu menjawab bahawa Quran itu makhluk, pastilah umat akan mengikutimu, dan bila engkau tidak mahu menjawab, maka umat juga tidak mahu menjawab seperti apa yang ingin engkau jawab.
Bila engkau tidak mati dibunuh orang, pasti engkau juga akan mati dengan cara yang lain. Maka janganlah engkau mahu menuruti kehendak mereka.”
Mendengar kata-kata Ja’far itu beliau mencucurkan air mata dan berkata: “Masya-Allah!, Masya-Allah!, Masya-Allah!. Kemudian beliau pun dikunjungi oleh bekas penjahat bernama Abdul Haitsam Al-Ayyar dan berkata kepada beliau: “Wahai Imam, saya ini seorang pencuri yang didera dengan beribu-ribu cambukan, namun saya tidak mahu mengakui perbuatan saya, pada hal saya menyedari bahawa saya salah. Maka janganlah Imam gelisah dalam menerima dera, sebab engkau dalam kebenaran.”
Ketika Khalifah Al-Makmun meninggal dunia pada tahun 218H (833 M) setelah memerintah 20 tahun lamanya, yang mengganti beliau ialah saudaranya yang bernama Ishaq Muhammad bin Harun Al-Rasyid yang bergelar dengan Al-Muktashimbillah. Sebelum Khalifah Al-Makmun meninggal dunia beliau telah berpesan kepada bakal penggantinya itu bahawa faham Al-Quran itu makhluk harus dipertahankan.”
Kebijaksanaan kerajaan yang menyeksa para ulama yang tidak sependirian dengan faham kerajaan itu atas dasar hasutan seorang ulama kerajaan yang bernama Qadhi Qudhoti Ahmad bin Abi Daud (Daud). Ulama inilah yang memberikan usulan kepada Al-makmun bahawa jika Imam Ahmad bin Hambal tetap tidak mahu mengikuti bahawa Al-Quran itu makhluk hendaklah dihukum dengan hukuman yang berat.
Setelah kerajaan dipegang oleh Al-Muktasim ulama Ahmad bin Daud masih tetap menjadi qadi kerajaan. Pada suatu hari Qadi kerajaan ini cuba mengadili Imam Hambali dengan melakukan perdebatan akhirnya Ahmad bin Daud kalah kerana tidak dapat mengemukakan alasan yang lebih kuat. Walaupun demikian Imam Hambali tetap dimasukkan kembali ke dalam penjara.
Pada bulan Ramadhan pengadilan terhadap Imam Hambali diadakan lagi. Khalifah Al-Muktashim bertanya: “Al-Quran itu adalah baru, bagaimana pendapat anda.” “Tidak!, Al-Quran adalah kalam Allah, saya tidak sejauh itu membahasnya kerana di dalam Al-Quran dan hadith tidak disuruh membahas soal tersebut.” Jawab beliau.
Beliau dicambuk sampai berdarah, pada hal ketika itu bulan puasa. Baginda berkata: “Kalau kamu merasa sakit dengan pukulan ini, maka ikutilah saya, dan akuilah bahawa Al-Quran itu makhluk, supaya kamu selamat.”
Penderaan pun terus berlangsung, sehingga beliau terasa bahawa tali seluar yang menutup auratnya putus dan hampir turun ke bawah. Beliau pun mengangkatkan mukanya ke atas sambil berdoa: “Ya Allah!, atas namaMu yang menguasai Arsy, bahawa jika Engkau mengetahui bahawa saya adalah benar, maka janganlah Engkau jatuhkan penutup aurat ku.” Ketika itu pula seluar beliau yang akan jatuh itu naik ke atas kembali sehingga aurat beliau tidak jadi terlihat oleh orang ramai.
Penyeksaan terhadap beliau itu baru berakhir setelah selesai maghrib. Para hakim dan orang- orang hadir kemudian berbuka puasa di hadapan beliau. Sementara beliau dibiarkan saja tidak diberi sesuatu makanan untuk berbuka. Demikianlah seterusnya, pada hari yang kedua pun beliau masih tetap didera sampai seluruh badannya mencucurkan darah. Pada hari ketiga beliau masih tetap didera sehingga pengsan.
Setelah Al-Muktashim meninggal dunia ia diganti dengan puteranya Al-Watsiq. Pada masa ini banyak penganiayaan dilakukan terhadap para ulama. Khalifah Al-Watsiq inilah yang memancung leher ulama terkenal yakni Ahmad bin Naser Al-Khuza’i. Kepala Ahmad bin Naser digantung dan diletak tulisan yang berbunyi: “Inilah kepala Ahmad bin Naser yang tidak mahu mengakui bahawa Al-Quran itu makhluk, maka Tuhan memasukkan Ahmad bin Naser ke dalam neraka, kepala ini menjadi peringatan bagi mereka yang memalingkan dirinya dari kiblat.” Demikianlah tulisan yang diletakkan dekat leher Ahmad bin Naser.
Kemudian Khalifah Al-Watsiq meninggal dunia dan digantikan dengan saudara beliau yang bernama, Al-Mutawakkil. Pada masa inilah dicabut tentang faham muktazilah dan diadakan pembebasan terhadap semua ulama yang ditahan, termasuk Imam Ahmad bin hambal. Sementara itu Imam Hambali setelah dibebaskan beliau diberi hadiah sebanyak l0,000 dirham, namun hadiah tersebut beliau tolak. Kerana dipaksa untuk menerimanya, akhirnya beliau terima dan dibahagi-bahagikan kepada fakir miskin.
Pada hari Jumaat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 H/855 M beliau meninggal dunia yang fana ini dengan tenang dalam usia 77 tahun. Setelah mendengar wafatnya beliau, seluruh Kota Baghdad menjadi gempar jenazah beliau disembahyangkan lebih dari 130,000 orang muslimin. Demikian berakhirnya riwayat seorang penegak kebenaran dan meninggikan ilmu pengetahuan, setelah melalui berbagai seksaan dan penganiayaan. Semoga mereka yang berjuang pada jalan Allah menjadi kekasih Allah, yang selalu mendapat keberkahannya dan keredhaanNya.
Banyak lagi mereka yang berjuang pada jalan Allah akhirnya menerima ujian dan cubaan dengan berbagai penganiayaan dan seksaan.
Firman Allah ertinya:
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan. “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
(Al-Ankabut: 2-3)
p/s : bagaimana dengan kita???
Ibnu Hambal hidup dalam keadaan miskin, kerana ayahnya hanya meninggalkan sebuah rumah kecil dan tanah yang sempit. Beliau terpaksa melakukan berbagai pekerjaan. Beliau pernah bekerja di tempat tukang jahit, mengambil upah menulis, menenun kain dan kadangkala mengambil upah mengangkat barang-barang orang. Beliau lebih mementingkan makanan yang halal lagi baik dan beliau tidak senang menerima hadiah-hadiah.
Ketika ia masih berumur 14 tahun, Ahmad bin Hambal telah belajar mengarang dan menghafal Al-Quran. Beliau bekerja keras dalam menuntut ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ulama yang sangat banyak ilmunya, Ibnu Hambal pun seorang yang teguh imannya, berani berbuat di atas kebenaran. Dia tidak takut bahaya apa pun terhadap dirinya di dalam menegakkan kebenaran itu. Kerana Allah memang telah menentukan bahawa setiap orang yang beriman itu pasti akan diuji keimanannya. Termasuk juga para nabi dan rasul yang tidak pernah lepas dari berbagai ujian dan cubaan.
Ujian dan cubaan berupa fitnah, kemiskinan, seksaan dan lain-lainnya itu selalu akan mendampingi orang-orang yang beriman apalagi orang yang menegakkan kebenaran. Demikian juga halnya dengan Imam Hambali, terlalu banyak bahaya yang dihadapinya dalam berjuang menegakkan kebenaran agama. Ujian itu datangnya bermacam-macam kadangkala dari musuh kita dan dapat juga timbul dari kawan-kawan yang merasa iri dengan kebolehan seseorang.
Imam Hambali berada di zaman kekuasaan kaum Muktazilah yang berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Pendirian ini begitu kuatnya di kalangan pemerintah, sehingga barangsiapa yang bertentangan pendirian dengan pihak pemerintah tentu akan mendapat seksaan. Sebelum Al-Makmun ini, yakni di zaman sultan Harun Al-Rasyid, ada seorang ulama bernama Basyar Al-Marisy berpendapat bahawa Quran itu adalah makhluk. Baginda Harun Al-Rasyid tidak mahu menerima pendapat tersebut. Bahkan terhadap orang yang berpendapat demikian akan diberi hukuman. Kerana ancaman itu akhirnya Basyar melarikan diri dari Baghdad.
Sultan Harun Al-Rasyid pernah berkata: “Kalau umurku panjang dan masih dapat berjumpa dengan Basyar nescaya akan kubunuh dia dengan cara yang belum pernah aku lakukan terhadap yang lain?” Selama 20 tahun lamanya Syekh Basyar menyembunyikan diri dari kekuasaan Sultan.
Tetapi setelah Sultan Harun Al-Rasyid meninggal dunia, kemudian diganti dengan puteranya Al-Amin barulah Syekh Basyar keluar dari persembunyiannya. Kembali ia mengeluarkan pendapatnya itu, bahawa Quran itu adalah makhluk. Al-Amin juga sependirian dengan ayahnya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Ia mengancam berat terhadap orang yang mengatakan Quran itu makhluk.
Kemudian kepala negara pindah lagi ke tangan saudara Al-Amin iaitu Al-Makmun. Di zaman pemerintahan Al-Makmun inilah pendapat tentang Quran itu makhluk mula diterima. Al-Makmun sendiri telah terpengaruh dan ikut berpendapat demikian. Pada suatu kali oleh Al-Makmun diadakan pertemuan para ulama besar, untuk membincangkan hal itu, tetapi para ulama tetap berpendapat bahawa Al-Quran itu adalah makhluk. Al-Makmun mengharapkan supaya pendapat itu diterima orang ramai.
Pada masa itu satu-satunya ulama yang keras berpendirian bahawa “Al-Quran itu bukan makhluk?” Hanyalah Imam Hambali. Secara terus terang ia berkata di hadapan Sultan:“Bahawa Al-Quran bukanlah makhluk yang dijadikan Allah, tetapi ia adalah Kalamullah.”
Imam Hambali satu-satunya ulama ketika itu yang berani membantah, sedangkan yang lainnya diam seribu bahasa. Kemudian ia ditangkap dan dihadapkan ke hadapan baginda. Ia dipanggil bersama tiga orang ulama yang lainnya, iaitu Imam Hassan bin Muhammad Sajah, Imam Muhammad bin Nuh dan Imam Ubaidah bin Umar. Kedua ulama di antara mereka sama menjawab dan membenarkan pendapat baginda sementara Imam Hambali dan Imam Muhammad bin Nuh dengan tegas menjawab bahawa Quran itu bukanlah makhluk. Keduanya lalu dimasukkan ke dalam penjara. Setelah beberapa hari dalam penjara datang surat dari Tharsus yang meminta supaya keduanya dibawa ke sana dengan dirantai.
Kedua ulama tersebut betul-betul dirantai kedua kaki dan tangannya dan ditunjukkan di hadapan orang ramai. Kemudian dibawa ke Tharsus, sesampainya di sana keduanya dimasukkan ke dalam penjara. Kerajaan mempunyai seorang ulama besar bernama Ahmad bin Abi Daud, yang pandai berbicara namun lemah dalam pendirian.
Terhadap Imam Hambali mereka minta supaya dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya. Baginda raja menerima usulan tersebut. Lalu Imam Hambali dihadapkan depan raja dan ditanyakan tentang pendiriannya. Namun ia tetap menyampaikan pendiriannya bahawa Al-Quran itu ialah Kalamullah bukan makhluk. Dan ia menegaskan lagi bahawa ia tidak akan berubah dari pendiriannya itu.
Akhirnya terjadilah persidangan yang dipimpin oleh baginda sendiri. Kemudian baginda memanggil Imam Hambali dan berkata: “Atas nama saya sebagai kerabat Nabi Muhammad SAW saya akan memukul engkau beberapa kali, sampai engkau membenarkan apa yang telah saya benarkan, atau mengatakan seperti yang saya kata?” Kerana Imam Hambali masih tetap dengan pendiriannya, maka baginda memerintahkan kepada perajuritnya untuk memukul Imam Hambali.
Ketika cambuk yang pertama singgah di punggung beliau, beliau mengucapkan “Bismillah.” Ketika cambuk yang kedua, beliau mengucapkan “La haula walaa quwwata illaa billah” (tiada daya dan kekuatan apa pun kecuali izin Allah). Ketika cambuk yang ketiga kalinya beliau mengucapkan “Al-Quran kalaamullahi ghairu makhluk” (Al-Quran adalah kalam Allah bukan makhluk). Dan ketika pada pukulan yang keempat, beliau membaca surah At-Taubah ayat 51.
“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami.”
Sehingga seluruh badan beliau mengalir darah merah.
Akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara kembali. Pada suatu hari ketika Imam Hambali dibawa ke Kota Anbar dengan tangan yang terbelenggu, seorang yang alim bernama Abu Ja’far Al-Anbari menghampiri beliau. Imam Hambali bertanya kepadanya: “Hai Abu Ja’far apakah engkau susah melihat keadaanku?” “Tidak wahai Imam, engkau adalah pemuka umat, kerana umat manusia ada di belakangmu. Demi Allah, bila engkau mahu menjawab bahawa Quran itu makhluk, pastilah umat akan mengikutimu, dan bila engkau tidak mahu menjawab, maka umat juga tidak mahu menjawab seperti apa yang ingin engkau jawab.
Bila engkau tidak mati dibunuh orang, pasti engkau juga akan mati dengan cara yang lain. Maka janganlah engkau mahu menuruti kehendak mereka.”
Mendengar kata-kata Ja’far itu beliau mencucurkan air mata dan berkata: “Masya-Allah!, Masya-Allah!, Masya-Allah!. Kemudian beliau pun dikunjungi oleh bekas penjahat bernama Abdul Haitsam Al-Ayyar dan berkata kepada beliau: “Wahai Imam, saya ini seorang pencuri yang didera dengan beribu-ribu cambukan, namun saya tidak mahu mengakui perbuatan saya, pada hal saya menyedari bahawa saya salah. Maka janganlah Imam gelisah dalam menerima dera, sebab engkau dalam kebenaran.”
Ketika Khalifah Al-Makmun meninggal dunia pada tahun 218H (833 M) setelah memerintah 20 tahun lamanya, yang mengganti beliau ialah saudaranya yang bernama Ishaq Muhammad bin Harun Al-Rasyid yang bergelar dengan Al-Muktashimbillah. Sebelum Khalifah Al-Makmun meninggal dunia beliau telah berpesan kepada bakal penggantinya itu bahawa faham Al-Quran itu makhluk harus dipertahankan.”
Kebijaksanaan kerajaan yang menyeksa para ulama yang tidak sependirian dengan faham kerajaan itu atas dasar hasutan seorang ulama kerajaan yang bernama Qadhi Qudhoti Ahmad bin Abi Daud (Daud). Ulama inilah yang memberikan usulan kepada Al-makmun bahawa jika Imam Ahmad bin Hambal tetap tidak mahu mengikuti bahawa Al-Quran itu makhluk hendaklah dihukum dengan hukuman yang berat.
Setelah kerajaan dipegang oleh Al-Muktasim ulama Ahmad bin Daud masih tetap menjadi qadi kerajaan. Pada suatu hari Qadi kerajaan ini cuba mengadili Imam Hambali dengan melakukan perdebatan akhirnya Ahmad bin Daud kalah kerana tidak dapat mengemukakan alasan yang lebih kuat. Walaupun demikian Imam Hambali tetap dimasukkan kembali ke dalam penjara.
Pada bulan Ramadhan pengadilan terhadap Imam Hambali diadakan lagi. Khalifah Al-Muktashim bertanya: “Al-Quran itu adalah baru, bagaimana pendapat anda.” “Tidak!, Al-Quran adalah kalam Allah, saya tidak sejauh itu membahasnya kerana di dalam Al-Quran dan hadith tidak disuruh membahas soal tersebut.” Jawab beliau.
Beliau dicambuk sampai berdarah, pada hal ketika itu bulan puasa. Baginda berkata: “Kalau kamu merasa sakit dengan pukulan ini, maka ikutilah saya, dan akuilah bahawa Al-Quran itu makhluk, supaya kamu selamat.”
Penderaan pun terus berlangsung, sehingga beliau terasa bahawa tali seluar yang menutup auratnya putus dan hampir turun ke bawah. Beliau pun mengangkatkan mukanya ke atas sambil berdoa: “Ya Allah!, atas namaMu yang menguasai Arsy, bahawa jika Engkau mengetahui bahawa saya adalah benar, maka janganlah Engkau jatuhkan penutup aurat ku.” Ketika itu pula seluar beliau yang akan jatuh itu naik ke atas kembali sehingga aurat beliau tidak jadi terlihat oleh orang ramai.
Penyeksaan terhadap beliau itu baru berakhir setelah selesai maghrib. Para hakim dan orang- orang hadir kemudian berbuka puasa di hadapan beliau. Sementara beliau dibiarkan saja tidak diberi sesuatu makanan untuk berbuka. Demikianlah seterusnya, pada hari yang kedua pun beliau masih tetap didera sampai seluruh badannya mencucurkan darah. Pada hari ketiga beliau masih tetap didera sehingga pengsan.
Setelah Al-Muktashim meninggal dunia ia diganti dengan puteranya Al-Watsiq. Pada masa ini banyak penganiayaan dilakukan terhadap para ulama. Khalifah Al-Watsiq inilah yang memancung leher ulama terkenal yakni Ahmad bin Naser Al-Khuza’i. Kepala Ahmad bin Naser digantung dan diletak tulisan yang berbunyi: “Inilah kepala Ahmad bin Naser yang tidak mahu mengakui bahawa Al-Quran itu makhluk, maka Tuhan memasukkan Ahmad bin Naser ke dalam neraka, kepala ini menjadi peringatan bagi mereka yang memalingkan dirinya dari kiblat.” Demikianlah tulisan yang diletakkan dekat leher Ahmad bin Naser.
Kemudian Khalifah Al-Watsiq meninggal dunia dan digantikan dengan saudara beliau yang bernama, Al-Mutawakkil. Pada masa inilah dicabut tentang faham muktazilah dan diadakan pembebasan terhadap semua ulama yang ditahan, termasuk Imam Ahmad bin hambal. Sementara itu Imam Hambali setelah dibebaskan beliau diberi hadiah sebanyak l0,000 dirham, namun hadiah tersebut beliau tolak. Kerana dipaksa untuk menerimanya, akhirnya beliau terima dan dibahagi-bahagikan kepada fakir miskin.
Pada hari Jumaat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 H/855 M beliau meninggal dunia yang fana ini dengan tenang dalam usia 77 tahun. Setelah mendengar wafatnya beliau, seluruh Kota Baghdad menjadi gempar jenazah beliau disembahyangkan lebih dari 130,000 orang muslimin. Demikian berakhirnya riwayat seorang penegak kebenaran dan meninggikan ilmu pengetahuan, setelah melalui berbagai seksaan dan penganiayaan. Semoga mereka yang berjuang pada jalan Allah menjadi kekasih Allah, yang selalu mendapat keberkahannya dan keredhaanNya.
Banyak lagi mereka yang berjuang pada jalan Allah akhirnya menerima ujian dan cubaan dengan berbagai penganiayaan dan seksaan.
Firman Allah ertinya:
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan. “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
(Al-Ankabut: 2-3)
p/s : bagaimana dengan kita???
.:: Pengalaman berada di Pondok Pasir Tumboh ::.
![]() |
| Madrasah Ad-diniah Al-bakriah (pondok pasir tumbo) |
Alhamdulillah,syukur kepadanNYA atas segala rahmatNYA.bersyukur juga pada ALLAH TAALA kerana member kita peluang dan ruang untuk kita terus mengabdikan diri padaNYA disamping bekerja keras atas segala rahmatNYA.
Alhamdulillah,baru-baru ini ana diberi peluang oleh ALLAH TAALA untuk mengaji di sebuah pondok yang terkenal di Kelantan atau lebih terkenal dengan panggilan Serambi Mekah.Cuti yang ada ana cuba guna dengan sebaik mungkin walaupun dalam kepala ni penuh dengan pelbagai rencana yang ingin dilakukan.Alhamdulillah,ALLAH menempatkan ana untuk untuk tinggal sebentar bagi mengecapi nikmat-nikmat menunutut ilmu-ilmu pondok.
Niat sebenar mahu mengulang Al-Quran yang sudah menjadi tanggungjawab bagi seorang yang bergelar seorang “ Hamalatul Al-Quran” untuk mengingatinya semula setelah lama bergelar Graduan Darul Quran JAKIM.
“ Membaca Al-Quran bagi orang awam adalah satu perkara yang disunatkan,tetapi bagi seorang huffaz,membaca apatah lagi mengulangnya adalah satu KEWAJIPAN”
![]() |
| Kenanagan ku bersama mu tidak akan ku lupakan |
Sesudah sampai di perkarangan Pondok Pasir Tumboh,Kelantan,ana terus bersiap-siap untuk mendaftar.datang dengan hanya ditemani sahabat cukup-cukup menguji ana apatah lagi ini adalah pengalaman pertama merasa kehidupan sebagai seorang pelajar pondok.Yurannya hanyalah RM16 bagi satu bulan.daku ditempatkan di sebuah pondok sementara yang terletak betul-betul belakang pejabat pondok ini.
![]() |
| Pondok sementara yang hanya diberi pinjam sementara mencari pondok yang tetap |
![]() |
| Walaupun tidak mewah, tapi cukup bermakna |
![]() |
| Di hadapan pondokku |
Pondoknya tidaklah terlalu usang dan tidaklah terlalu moden.Bagiku,kehidupanku di pondok ini sedikit sebanyak dapat menyedarkan diriku bahawa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan sedikit sebanyak daku dapat merasa sedikit rasa kesusahan yang mungkin dialami oleh golongan yang tidak berkemampuan. Ana x berkesempatan intuk mempelajar banyak kitab-kitab kerana hanya menumpu pada proses pengulangan Al-Quran.
![]() |
| Di hadapan pintu gerbang Pondok pasir Tumboh |
Alhamdulillah, suasana yang tidak pernah ana lalui selama ini sungguh member inspirasi pada ana untuk terus menulis betapa pentingnya ilmu di dada kerana tanpa ilmu yang bermanfaat lagi berkat, ia yidak akan dapat mengubah diri kita biar pun sudah mempelajarinya sekian lama.Pada waktu pagi, kami semua pelajar-pelajar pondok akan berzikir sehingga pukul 7.30 pagi di masjid. SubhanAllah,melihad guru yang “conduct” zikir bersungguh membuatkan kami semua khusyu’ dan merasa dekat padaNYA.
Suasana kehidupan di pondok sungguh membawa banyak pengertian dalam kehidupan seseorang.Bagi yang mahu merasa dan mendidik diri agar dapat belajar secara berdikari, ana syorkan balajarlah di pondok.InsyaALLAH, jika kita ikhlas banyak manfaat yang kita menduga akan kita temui.
![]() |
| Pondokku di sana. |
![]() |
| Semak sikit, lupa nak kemas... |
![]() | ||
| Kawasan perkarangan msjid Pondok Terusan Limpat (pondok pasir tumboh) |
“ dalam kehidupan ini, walau sesenang manapun kita, kita mesti merasa bagaimana Rasanya kehidupan orang yang susah.Kerana, tanpa pengalaman ini, kita tidak mungkin akan merasa bagaimana golongan yang sedang mengalami kesusahan dan InsyaALLAH, kita akan mudah merasa syukur akan segala nikmat yang diberiNYA walaupun sedikit”
Alhamdulillah, penuntut di sana semuanya baik dan peramah.Apabila ditanya tentang sesuatu perkara, mereka semua tidak lokek untuk berkongsi walaupun dengan sesuatu perkara yang kecil.ana hanya berkesempatan tinggal di sana hanya buat beberapa hari.tetapi, ianya cukup memberikan satu pengalaman yang berharga dalam hidup ini.
Hakikatnya, dalam kehidupan ini, bukan nilaian yang menjadi ukuran tetapi yang menjadi ukuran sebenar adalah sejauh mana berkatnya ia.
Bukan gaji jadi taruhan
Bukan pangkat jadi rebutan
Bukan nama jadi sanjunga
Tetapi
Yang kita hanya inginkan
Hanyalah segunung
KEBERKATAN….
Akhir kalam, pengalaman yang berharga ini tidak akan ana dapat lupakan.Sungguhpun belajar itu perit, tapi kesudahannya InsyaALLAH manis..
![]() |
| Sahabat ana yang baru berumur 18 tahun.Kami sama-sama megaji bagi mengisi masa lapang di waktu cuti sem. |
![]() |
| Penulis |
Keberanian Saad bin Abu Waqqash RA
![]() |
| Hanya kekuatan IMAN punca segala kekuatan dan keberanian diri |
Ibnu Asakir telah mengeluarkan dari Az-Zuhri dia telah berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW telah mengutus Sa'ad bin Abu Waqqash ra. untuk mengetuai suatu pasukan ke suatu tempat di negeri Hijaz yang dikenal dengan nama Rabigh.
Mereka telah diserang dari belakang oleh kaum Musyrikin, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. mengeluarkan panah-panahnya serta memanah mereka dengan panah-panah itu. Dengan itu, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. menjadi orang pertama yang memanah di dalam Islam, dan peristiwa itu pula menjadi perang yang pertama terjadi di dalam Islam. (Al-Muntakhab 5:72)
Ibnu Asakir mengeluarkan dari Ibnu Syihab, dia berkata: Pada hari pertempuran di Uhud Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah membunuh tiga orang Musyrikin dengan sebatang anak panah. Dipanahnya seorang, lalu diambilnya lagi panah itu, kemudian dipanahnya orang yang kedua dan seterusnya orang yang ketiga dengan panah yang sama.
![]() |
| Bersama bebaskan Palestin |
Bazzar telah mengeluarkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. dia berkata: Pada hari pertempuran di Badar, Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah menyerang musuh dengan berkuda dan dengan berjalan kaki. (Majma'uz Zawa'id 6:82)
Langgan:
Catatan (Atom)





















